This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2013

Manfaat Dari Lada Hitam Bagi Kesehatan

Mengenal Lada Hitam Yang Kaya Manfaat.Lada hitam tak terlalu populer digunakan sebagai bumbu dalam masakan di Indonesia. Namanya jauh lebih populer ditemukan pada menu-menu kontinental, di mana rasa pedasnya ternyata tak hanya sekedar perasa saja.

Lada hitam digunakan sebagai bumbu masakan karena punya banyak khasiat kesehatan dan manfaat baik bagi tubuh dan kecantikan. Mungkin Anda tak banyak tahu akan khasiatnya, tetapi mulai kini Anda bisa menjadikannya sebagai salah satu bumbu menu masakan Anda, setelah membaca beberapa fakta kesehatan lada hitam berikut ini.

Dikutip dari Boldsky.com, lada hitam ampuh untuk:

1. Mencegah kanker
Studi di Michigan Cancer Center mengatakan bahwa lada hitam memberikan reaksi baik bagi penyembuhan kanker payudara. Di dalamnya ditemukan zat yang disebut piperine dan fungsinya membantu mencegah perkembangan sel kanker payudara.

Selain itu, lada hitam juga mengandung vitamin C, vitamin A dan flavonoid serta karoten dan aneka antioksidan lain yang akan membantu mengatasi radikal bebas pada tubuh.

2. Mengatasi problem pencernaan

Problem pencernaan yang kerap dialami sehari-hari seperti kembung, susah buang air besar, diare, atau mual bisa diatasi dengan mengonsumsi lada hitam. Cukup dicampurkan sedikit saja sebagai bumbu dalam masakan, ia akan membantu meredakan problem pencernaan dalam waktu yang cukup singkat.

3. Penurunan berat badan

Siapa sangka bahwa lada hitam juga dapat membantu menurunkan berat badan. Menurut penelitian, adalah phytonutrient yang ada di dalam lada hitam yang membantu menghancurkan sel-sel lemak yang ada di dalam tubuh.

4. Mencegah jerawat
Lada hitam dapat dijadikan masker alami yang ampuh mengatasi berbagai problem kulit. Sebagai scrub, ia mampu mengenyahkan sisa-sisa sel kulit mati, memperlancar jalan oksigen di dalam kulit, menutrisi kulit serta berlaku sebagai antibakteri penyebab jerawat.

5. Mengurangi ketombe

Sifatnya yang antibakteri dan anti peradangan dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi pada kulit kepala. Inilah sebabnya ia juga ampuh mencegah pertumbuhan ketombe yang sangat mengganggu dan memberikan rasa gatal berlebihan pada kepala.

6. Membantu penyembuhan demam dan flu

Sedang merasa demam dan flu? Sediakan semangkuk sup hangat yang ditaburi dengan lada hitam. Makan selagi hangat dan tidur dengan lebih nyenyak. Bumbu yang satu ini dapat melegakan hidung dan tenggorokan, serta membuat tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak.

Sedemikian banyak manfaat lada hitam bagi kesehatan dan kecantikan. Tak ada ruginya deh kalau Anda menyediakannya dan menggunakannya sebagai bumbu masakan di rumah.(Sumber ; Vemale)

Jenis Tanaman Hias Pembersih Udara Di Dalam Rumah

Jenis Tanaman Pembersih Udara di Dalam Rumah. Beberapa tanaman hias ternyata tak hanya cantik dipandang. Tetapi mereka juga punya manfaat sehat bagi manusia.

Tidak digunakan sebagai bahan jamu atau makanan, tetapi beberapa tanaman hias ini membantu membersihkan udara di dalam ruangan, sehingga sehat dan segar untuk Anda hirup kembali. Apa saja ya tanaman itu?

1. Palem Kuning

 Palem kuning punya nama latin Chrysalidocarpus. Batang dan dahannya cenderung berwarna kekuningan, terutama bila terkena sinar matahari yang cukup. Berkembang biak dengan biji dan tingginya bisa sampai 4 meter apabila ditanam di luar pot.

Namun, Anda bisa menanamnya di sebuah pot dan meletakkannya di dalam ruangan. Fungsinya sebagai pembersih udara alami, dan menghilangkan formaldehida, benzena, serta karbondioksida. Sangat baik ditanam untuk menyerap racun dari asap rokok.

2. Bunga Peace Lily

 Bunga yang satu ini umumnya berwarna merah dan putih. Daunnya panjang dan berwarna gelap. Karena tidak membutuhkan banyak sinar matahari, maka ia cocok diletakkan di dalam ruangan.

Bunga ini doyan air dan dapat menyerap polusi di dalam rumah. Lebih baik diletakkan agak jauh dari area yang terkena matahari atau jendela, sehingga usianya dapat lebih lama.

3. Pakis Boston

 Atau disebut juga pakis pedang adalah tanaman yang sangat umum ditemukan di Indonesia. Asalnya sebenarnya dari Amerika, Meksiko, India barat, dan Afrika, namun kemudian tanaman ini diperkenalkan dan dibawa ke Indonesia.

Tanaman yang tidak tahan panas dan bisa menyimpan asupan air yang cukup banyak ini biasa ditanam langsung di tanah, di dalam pot atau juga digantung. Ia dapat menyerap polusi udara dan membersihkan udara di dalam ruangan Anda.

4. Sirih Belanda

 Sirih Belanda juga dikenal dengan nama Devil's Ivy, sebuah tanaman hias yang biasanya diletakkan di dalam pot. Ia adalah termasuk tanaman monokotil dan doyan air. Tanaman ini dapat menyerap aneka racun dan polusi di dalam ruangan, dan cocok diletakkan untuk Anda yang doyan merokok di rumah.

5. Sanseviera

 Disebut juga sebagai tanaman lidah mertua. Tanaman hias yang satu ini bisa ditanam di area luar ruangan. Memiliki daun yang keras, tegak dan ujungnya meruncing. Dapat digunakan untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir serta kanker ganas.

Namun, uniknya lagi ia ampuh menyerap polusi dan racun, sehingga cocok diletakkan di dalam pot dan disimpan di dalam ruangan.

Tanaman-tanaman tadi mudah kok ditemukan di sekeliling Anda dan umumnya harganya cenderung murah. Dapat dengan mudah dibeli di pasar bunga dengan harga terjangkau. (Sumber : Vemale)

Rabu, 05 Juni 2013

Mengusir Nyamuk Dengan Beberapa Jenis Bunga

Mengusir nyamuk tak harus menggunakan obat nyamuk yang bikin nafas jadi sesak. Apalagi yang menggunakan metode bakar, apabila lalai bisa menyebabkan kecelakaan.

Pun demikian, nyamuk juga memang tak bisa dipandang sebelah mata. Satu gigitan kecilnya terkadang bisa membuat orang demam hingga meninggal.

Lantas, bagaimana mengusir nyamuk yang aman dan alami? Nenek moyang kita dulu menggunakan beberapa tanaman hias yang dapat membantu mengusir nyamuk. Aroma bunga tersebut sangat kuat sehingga membuat nyamuk enggan mendekat. Bahkan, beberapa obat nyamuk lotion, memanfaatkan aromanya sebagai salah satu bahan produknya.

Bunga apa saja sih yang dapat mengusir nyamuk dengan ampuh itu? Yuk kita intip dan beli di pasar bunga.

1. Bunga Lantana
Bunga lantana, atau disebut juga bunga tahi ayam di beberapa daerah. Disebut demikian karena aroma bunganya memang tidak wangi seperti bunga lainnya.

Pun demikian ternyata bunga yang satu ini mujarab untuk mengusir nyamuk lho. Perawatannya pun sangat mudah, cukup dijemur di bawah panas sinar matahari saja. Bunga ini sangat gemar dengan sinar matahari dan tahan panas, sehingga bisa dijadikan bunga taman.

2. Sereh

Tanaman sereh memiliki aroma lemon yang sangat menggiurkan dan segar. Kerap dijadikan tambahan bumbu dalam masakan juga dalam minuman. Warnanya menarik apabila sudah dicabut dari tanah dan dikupas. Di Bali, bahkan tanaman ini dijadikan tusuk untuk sate pentul, sehingga aroma sate juga lebih istimewa.

Ditanam di kebun atau di samping rumah, sereh dapat membantu mengusir nyamuk sekalipun ia rimbun.

3. Kemangi

Aroma kemangi ini sangat segar dan menyejukkan. Digunakan sebagai bumbu masakan, sebagai lalapan, dan juga sebagai aromatherapy yang ampuh mengatasi mual dan jerawat.

Aroma yang kuat dan segar membuat nyamuk enggan mendekat. Sehingga pas jika kemangi ini dijadikan salah satu tanaman penghias rumah yang multifungsi.

4. Daun mint

Daun mint juga memiliki aroma pedas dan segar. Biasanya digunakan sebagai tambahan parfum dan aroma makanan, sehingga memberikan kesan fresh dan dingin.

Tanaman ini bisa ditanam di dalam pot dan diletakkan di ruangan saat malam hari. Di pagi hari jemur di bawah sinar matahari sehingga dapat berfotosintesis.

5. Lavender

Bunga yang satu ini memang beken sebagai pengusir nyamuk alami. Memiliki aroma yang khas dan segar, membantu mengusir nyamuk dari area rumah apabila diletakkan di beberapa sudut ruangan.

Pun demikian, terkadang semut menyukai tanaman ini, sehingga Anda harus lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menata si bunga lavender di dalam ruangan.

6. Rosemary
Tanaman bunga yang satu ini biasanya juga dipakai sebagai tanaman hias atau tanaman bumbu dapur. Dikenal juga sebagai anti bakterial, sehingga beberapa produk kosmetika kerap menggunakannya sebagai bahan anti bakteri.

Dan apabila diletakkan di dalam rumah atau di taman dapat mengusir nyamuk.

7. Cengkeh

Cengkeh punya aroma yang sangat kuat, percampuran antara pahit dan manis. Apabila jumlahnya banyak, maka ia menjadi sepat dan cukup tajam. Tanaman cengkeh dapat mengusir nyamuk dengan efektif. Apalagi aromanya melekat kuat dan lama.

Tidak ada tanaman cengkeh? Anda bisa mengambil beberapa butir cengkeh dan letakkan di kain kasa. Gantung di beberapa tempat untuk mengusir nyamuk.

Nah, tidak sulit juga kan mengusir nyamuk dengan cara alami. Selain itu, Anda juga bisa sekaligus menghias rumah agar terlihat lebih cantik.

Sumber : Vemale

Selasa, 02 April 2013

Tanaman Obat Herbal Nanas (Ananas comosus)

Nanas(Ananas comosus (L.) Merr.)

Sinonim :

A. Sativus Schult., Ananassa sativa Lindl., Bromelia comosa L.

Familia :
Bromeliaceae.

Deskripsi  :

Nanas berasal dari Brasil. Di Indonesia, nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 1-1300 m dpl. Nanas merupakan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Herba tahunan atau dua tahunan, tinggi 50-150 cm, terdapat tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daun berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnya buah buni majemuk, bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi kuning. Buah nanas rasanya enak, asam sampai manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Buahnya selain di makan secara langsung, bisa juga diawetkan dengan cara direbus dan diberi gula, dibuat selai, atau dibuat sirop. Buah nanas juga dapat digunakan untuk memberi citarasa asam manis, sekaligus sebagai pengempuk daging. Daunnya yang berserat dapat dibuat benang ataupun tall. Tanaman buah nanas dapat diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, atau tunas ketiak daunnya.

Nama Lokal :


NAMA DAERAH: Sumatera: ekahauku (Enggano), anes (Aceh), nas (Gayo), henas, kenas, honas, hanas (Batak), gona (Nias), asit, nasit (Mentawai), enas, kanas, nanas (Melayu), aneh, naneh (Minangkabau), kanas, kanyas, nas, nyanyas (Lampung). Jawa: danas, ganas (Sunda), nanas (Jawa); lanas, nanas (Madura): Kalimantan: kanas, samblaka, malaka, uro usan, kayu usan, kayu ujan, belasan. Nusa Tenggara: manas (Bali), nanas (Sasak), aruma, fanda, pandal (Bima), panda (Sumba), nana (Sawu), peda, anana, pedang (Flores), parangena, nanasi (Taluud).Sulawesi: tuis mangandow, na’asi, nanasi, tuis, tuis ne walanda, busa, pinang (Ut.Alf.), nanati (Gorontalo), lalato (Buol), nanasi (Toraja), pandang (Makasar, Bugis), edan, ekam, hedan (Timor). esne (Kisar), ngewu (Tanimbar). Maluku: ai nasi, than baba-ba, kai nasi (Seram Timur), bangkalo, kampora, kanasoi (Seram Barat), anasu, banggala, bangkala, kai nasu, kambala, kampala (Seram selatan), arnasinu, kanasi, kurnasin, mangala, nanasi (Amb.Alf.), nanasu, anasul (Ulias). Irian Jaya: Manilmap, miniap. NAMA ASING: Pineapple (I), ananas (I;B;P;J), Pinya (Tag.). NAMA SIMPLISIA: Ananas Fructus (buah nanas).

Komposisi :

Buah mengandung vitamin (A dan C), kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa (gula tebu), dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat agregasi platelet, dan mempunyai aktivitas fibrinolitik. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit (konstipasi). Daun mengandung calsium oksalat dan pectic substances.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat dan Khasiat Buah masak sifatnya dingin, berkhasiat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu mencernakan makanan di lambung, antiradang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debridement), mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat penggumpalan trombosit (agregasi platelet), dan mempunyai aktifitas fibrinolitik. Buah muda rasanya asam, berkhasiat memacu enzim pencernaan, antelmintik, diuretik, peluruh haid (emenagog), abortivum, peluruh dahak (mukolitik), dan pencahar. Daun berkhasiat antipiretik, antelmintik, pencahar, antiradang, dan menormalkan siklus haid. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian Penelitian terhadap pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap mutu susu sapi telah dilakukan. Ternyata, pada penambahan 3,4 ml sari buah nanas diperoleh populasi bakteri terendah, yaitu 37,60x 10′ sel/ml dan kadar lemak tertinggi 7,594%. Pada penambahan 3,2 ml sari buah nanas diperoleh kadar protein tertinggi 19,138°Io (M. Nuh Nasution, Jurusan Biologi FMIPA UNAND, 1993). Ternyata, enzim yang terkandung dalam buah nanas berkhasiat debridement yang cepat (percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami luka bakar). Pemberian ekstrak nanas muda sebanyak 0,2 ml pada mencit hamil dapat mematikan embrio mencit jika diberikan pada umur kehamilan 2 dan 4 hari. Jika diberikan pada umur kehamilan 6 hari, kehamilan tetap berlangsung dan dapat melahirkan normal (Mulyoto, FB UNSOED, 1986).

Pemanfaatan :

Bagian yang Digunakan: Bagian yang digunakan adalah buah dan daun. Indikasi: Buah nanas digunakan untuk pengobatan : – rasa penuh di lambung, – sembelit, – radang tenggorok, – menurunkan berat badan, – beri-beri, – keseleo, bengkak terpukul, – darah mudah menggumpal (blood coagulation), – aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), – menghambat pertumbuhan tumor, – meningkatkan penyerapan (absorbsi) obat, – terlambat haid, dan – cacingan. Cara Pemakaian: Untuk obat yang diminum, jus 1/2-2 buah nanas ukuran sedang atau dapat juga diparut, lalu minum. Untuk pemakaian obat luar, kupas buah nanas, lalu parut. Turapkan hasil parutannya pada bagian tubuh yang sakit, seperti membersihkan jaringan mati (debridement) pada luka bakar, ketombe, bisul, koreng, dan radang kulit (dermatitis). Cara lain, tumbuk daun nanas sampai halus, lalu balurkan pada luka bakar, bisul, dan gatal-gatal. Contoh Pemakaian: – Cacingan Kupas 1 buah nanas muda, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, bilas dengan air masak, lalu parut. Peras clan saring hasil parutannya, lalu minumkan pada anak yang cacingan sedikit demi sedikit. – Keseleo, memar akibat terpukul Kupas 1 buah nanas yang sudah masak, potong-potong, lalu dijus. Minum air yang terkumpul sekaligus. – Radang tenggorokan Kupas 2 buah nanas yang telah masak, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih. Minum air perasan yang terkumpul, sehari 3 kali, setiap kali cukup 1/3 bagian. – Peradangan di kulit (dermatitis), ketombe Sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas, baik di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari. – Ketombe Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu. – Menurunkan berat badan Kupas 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih dan air perasannya langsung diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari. – Sembelit Kupas 3 buah nanas yang belum masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing cukup 1/2 gelas. – Beri-beri Kupas 2 buah nanas yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya sekaligus. Sebaiknya diminum pagi atau siang hari sesudah makan. – Luka bakar, gatal dan bisul Cuci daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Balurkan pada bagian yang sakit. – Rasa penuh di lambung karena pencernaan terganggu Minum jus nanas 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas (150 cc). Lakukan 1/2 jam sebelum makan. Catatan: – Ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda. – Buah nanas di dalam saluran cerna difermentasi menjadi alkohol yang dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout. – Penderita kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.

Bagian yang Digunakan:

    Bagian yang digunakan adalah buah dan daun.

Indikasi:

Buah nanas digunakan untuk pengobatan :
  •     Rasa penuh di lambung,
  •     Sembelit,
  •     Radang tenggorok,
  •     Menurunkan berat badan,
  •     Beri-beri,
  •     Keseleo, bengkak terpukul,
  •     Darah mudah menggumpal (blood coagulation),
  •     Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah),
  •     Menghambat pertumbuhan tumor,
  •     Meningkatkan penyerapan (absorbsi) obat,
  •     Terlambat haid, dan
  •     Cacingan.

Cara Pemakaian:

Untuk obat yang diminum, jus 1/2-2 buah nanas ukuran sedang atau dapat juga diparut, lalu minum.
Untuk pemakaian obat luar, kupas buah nanas, lalu parut. Turapkan hasil parutannya pada bagian tubuh yang sakit, seperti membersihkan jaringan mati (debridement) pada luka bakar, ketombe, bisul, koreng, dan radang kulit (dermatitis). Cara lain, tumbuk daun nanas sampai halus, lalu balurkan pada luka bakar, bisul, dan gatal-gatal.

Contoh Pemakaian:

- Cacingan :

Kupas 1 buah nanas muda, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, bilas dengan air masak, lalu parut. Peras clan saring hasil parutannya, lalu minumkan pada anak yang cacingan sedikit demi sedikit.

- Keseleo, memar akibat terpukul :

Kupas 1 buah nanas yang sudah masak, potong-potong, lalu dijus. Minum air yang terkumpul sekaligus.

- Radang tenggorokan :

Kupas 2 buah nanas yang telah masak, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih. Minum air perasan yang terkumpul, sehari 3 kali, setiap kali cukup 1/3 bagian.

- Peradangan di kulit (dermatitis), ketombe :

Sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas, baik di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.

- Ketombe :

Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

- Menurunkan berat badan :

Kupas 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih dan air perasannya langsung diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

- Sembelit :

Kupas 3 buah nanas yang belum masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing cukup 1/2 gelas.

- Beri-beri :

Kupas 2 buah nanas yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya sekaligus. Sebaiknya diminum pagi atau siang hari sesudah makan.

- Luka bakar, gatal dan bisul :

Cuci daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Balurkan pada bagian yang sakit.

- Rasa penuh di lambung karena pencernaan terganggu :

Minum jus nanas 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas (150 cc). Lakukan 1/2 jam sebelum makan.

Catatan:

- Ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda.
- Buah nanas di dalam saluran cerna difermentasi menjadi alkohol yang dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout.
- Penderita kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.

Rabu, 06 Maret 2013

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Akar Manis

AKAR MANIS
    (Glycyrrhiza glabra L,)

Sinonim :
-

Familia :
Papilionaceae (Leguminosae).

Deskripsi  :

Simplisia ini masih diimport, sebab belum dapat ditanam di Indonesia. Bagian yang digunakan Akar.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis.

Komposisi :

Glisirhisin, saponin, glikosida likuiritin, asparagin, umbeliferona, glabrolida, glukosa, sukrosa, asam likuiritat, asam hidroksiglisirhitat, zat pahit, minyak atsiri, dan asparagin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Menetralkan, rasa manis. KHASIAT Ekspektoran, anti inflamasi, dan spasmolitik.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN :

  •     Anti kolestrol.
  •     Bronkhitis.
  •     Batuk.
  •     Mulas
  •     Tukak lambung

RAMUAN DAN TAKARAN :

1. Batuk :

Ramuan:
  •     Akar Manis     1,5 gram
  •     Rimpang           8 gram
  •     Daun Sirih        3  lembar
  •     Air                 130 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang sampai sembuh.

2. Tukak Lambung :

Ramuan:
  •     Akar Manis            3 gram
  •     Rimpang Kunyit     4 gram
  •     Air                      130 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian:Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan : Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

Peringatan :

Takaran yang terlalu besar dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Akar Wangi

A K A R   W A N G I    

    (Vitiveria zizanioides (L,) Nash. Ex, Small)

Sinonim :
Andropogon zizanioides Urban. Andropogon squarrosus Hackel. Andropogon muricatus Retz.

   Familia :
Poaceae (Gramineae).

Deskripsi  :

Rumput menahun, tinggi dapat mencapai 1 meter. Batang lunak, beruas-ruas, berwarna putih. Daun tunggal, bentuk pita, ujung runcing. Pelepah memeluk batang, warna hijau keputih-putihan. Perbungaan bentuk bulir di ujung batang. Buah padi, berduri, berwarna putih kotor. Akar termasuk akar serabut berwarna kuning. Bagian yang digunakan Akar dan minyak atsiri.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Useur (Gayo); Hapias, Usar (Batak); Akar babau (Minangkabau); Akar banda (Timor); Iser, Morwastu (Sumatera Utara); Usa, Urek usa (Makasar); Janur, Narawastu, Usar (Sunda); Larasetu, Larawastu, Rarawestu (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Vitiveriae Radix; Akar wangi. Oleum Vitiveriae aetheriae; Minvak Akar wangi.

Komposisi :

Akar: Minyak atsiri, hars, dan zat pahit. Minyak: Vetiverin, vetiveron, veton, dan vetivazulen. Kegunaan Bau mulut (obat kumur). Rematik (obat luar).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Khasiat Diaforetik.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN


RAMUAN DAN TAKARAN

1. Napas/Mulut bau :

Ramuan:
  •     Akar wangi  beberapa potong
  •     Daun Sirih segar  2 lembar
  •     Herba Pegagan segar  1 genggam
  •     Buah Kapulaga  6 butir
  •     Air  110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.
Cara pemakaian: Untuk berkumur 2 kali sehari, tiap kali pakai 100 ml Bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat, sebagian dapat ditelan karena tidak berbahaya.

Selasa, 05 Maret 2013

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Alang Alang

ALANG ALANG

    (Imperata cylindrica (L.)Beauv.)

Sinonim :
Lagurus cylindricus L. , Imperata arundinacea Cirillo.

    Familia :
Poaceae

Nama

Daerah :

Sumatera : naleueng lako, jih, rih, laturui, lalang, liah, oo, hilalang.

Jawa : alang-alang, kambengan, kebut lalang.

Kalimantan : halalang, tingen.

Sulawesi : hre, padang, padanga, padingo, deya, reja.

Nusatenggara : ambengan, re, atindolo, witu, kii, luo.

Maluku : ri, weli, weri, wela hutu, palate, putune, ige, weljo, kuso, kusu.

Irian : gombur, ruren, mesofou, ukua, mentahoi, matawe, urmamu, omasa.

 Asing :

Inggris : cagon grass, satintail

Deskripsi Tanaman
Alang-alang merupakan herba menahun, tumbuh tegak, batang semu, berpelepah, tegak, tinggi mencapai 2 m. Berimpang, beruas-ruas, bermata tunas pada setiap bukunya. Daun berbentuk pita, permukaannya berbulu pendek dan kasar, pinggir daun bergerigi tajam. Pelepah daun merapat satu sama lain seolah membentuk batang, berbulu. Pembungaan berbentuk malai, warna putih. Biji kecil, tersusun dalam malai. Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji dan rimpang (Djauhariya dan Hernani, 2004).

Syarat Tumbuh :

Alang-alang sangat toleran terhadap faktor lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan, terbakar dan hara yang miskin, tetapi tidak toleran terhadap air tergenang dan suasana ternaung, tumbuh pada tanah-tanah yang terbuka atau sedikit ternaung. Daerah penyebarannya sangat luas yaitu meliputi 0-2700 m di atas permukaan laut, di daerah tropik dan subtropik. Sangat mudah berkembang biak dan tersebar melalui rimpang dan biji yang sangat ringan (Nasution, 1986).

Budidaya Tanaman :

Alang-alang adalah tumbuhan pawang atau pionir, tumbuh pada tempattempat terbuka, di hutan sekunder, tanah terlantar, di ladang-ladang, di tepi perkampungan, di pinggir jalan, di pekarangan, dan di taman bunga. Berbiak dengan rimpang dan biji. Rimpang di dalam tanah terdapat terutama pada kedalaman 0-20 cm, sangat tangguh, toleran terhadap kekeringan dan panas sehingga tidak mati walaupun daun alang-alang di atas permukaan tanah terbakar. Biji ringan dan mempunyai papus sehingga mudah diterbangkan angin. Daun kering dan papus

Sering dipergunakan burung untuk membuat sarang sehingga dapat membantu penyebaran alang-alang. Di Indonesia, alang-alang pada umumnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu/gulma. Ada baiknya sambil melakukan pembasmiannya, akar-akar tinggalnya dikumpulkan sebagai sediaan obat.

Kandungan Kimia :

Akar alang-alang mengandung terpenoid iso-arborinol, asam kersik, damar,dan senyawa kalium (Mursito, 2000).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :

Efek alang-alang menurunkan panas (antipiretik), peluruh kemih (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), menghilangkan haus (Wijayakusuma, 1994).

 Penyakit Yang Dapat Diobati :

Rimpang: pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai pakan hewan,bahan kertas,dan untuk pengobatan kurap. EFEK BIOLOGI dan FARMAKOLOGI Infusa rimpang alang-alang berefek sebagai diuretika, atas dasar peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl) urin tikus putih jantan. Pemberian infusa akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kgBB berefek antipiretik pada marmot. Infusa bunga alang-alang pada konsentrasi 10% dengan dosis 12 ml/ kgBB berefek antipiretik yang relatif sama dengan suspensi parasetamol 10% pada merpati. Uji Klinik: Dekokta akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Dekokta herba 250 g dalam bentuk tunggal maupun dikombinasikan dengan rimpang dan daun Nelumbo nucifera dan daun Agrimonia pilosa dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. Di samping itu dilaporkan juga bahwa dekokta akar alang-alang dapat efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus; biasanya digunakan bersama-sama dengan Plantago asiatica, Glechoma longituba dan tunas Artemisia capillaris. Toksisitas: Pada pemakaian sesuai aturan, praktis tidak toksik. Efek yang tidak dfinginkan: Pusing, mual, adanya peningkatan rasa ingin buang air besar, kadang-kadang terjadi pada penggunaan klinik. Teknologi Farmasi: Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang relatif cukup baik dalam pembuatan tablet secara cetak langsung.

Khasiat dan Cara Pemakaian :

1. Sakit kuning (hepatitis akut) dan pembersih darah :

Bahan : Akar alang-alang kering 60 g, air 3 gelas

Pemakaian :

Akar kering direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas. Lakukan selama 10 hari berturut-turut (Djauhariya dan Hernani, 2004).

2. Radang ginjal akut :

Bahan : Akar alang-alang segar 100 g, air 3 gelas

Pemakaian :

Akar segar dicuci bersih, dipotong pendek, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Air rebusan diminum setelah dingin 2 kali sehari masing-masing ½ gelas (Djauhariya dan Hernani, 2004).

3. Demam, batuk, darah tinggi, penambah nafsu makan, sesak nafas, muntah darah, pendarahan pada wanita dan pelembut muka :

Bahan : Akar alang-alang segar 60 g, air 3 gelas

Pemakaian :

Akar segar direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum 1 kali sehari masing-masing 1 gelas sebelum sarapan pagi (Djauhariya dan Hernani, 2004).

4. Kencing nanah :

Bahan : Akar alang-alang segar 300 g, air 3 liter

Pemakaian :

Akar segar dicuci bersih, dipotong pendek, lalu direbus dengan 3 liter air hingga menjadi 1-1,2 liter. Setelah dingin, air rebusan diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas (Djauhariya dan Hernani, 2004).

 5. Mimisan :

Bahan : Akar alang-alang segar 30 g, air 400 cc

Pemakaian :

Akar alang-alang direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur dua kali sehari (Wijayakusuma, 1999).

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Andong


A N D O N G
(Cordyline fruticosa (L) A. Cheval.)

Sinonim :
Asperagus terminalis L. Cordyline terminalis (L.) Kunth.

    Familia :
Agavaceae (Liliaceae).

 Deskripsi :

Perdu bercabang; tinggi 2-4 m. Ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin. Daun pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung kebelakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat. Dari Asia Timur. Di kebun dan pagar, di kuburan; 1-1.900 m. Bagian yang digunakan Daun.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Bak juwang, Laklak (Aceh); Kalinjuhang Katunggal, Linjuang, Si linjuang (Batak); Anjiluwang, Jiluwang, Lanjuwang, Linjuwang (Makasar); Anderuwang (Lampung); Renjuwang, Sabang, Sawang (Dayak); Hanjuwang (Sunda); Andong, Endong (Jawa); Andong, Endong, Handwang (BaIi); Tabongo (Gr); Panili, Siri (Ms); Panyaureng, Siri (Bg); Ai buru (Sr); Weluga, Werusisi, Wersingin (Ab); Yasir (Ij); Pitako (Hm). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cordylinae Folium; Daun Andong.

Komposisi :

Kandungan Kimia Steroida, saponin, dam polisakarida.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Mendinginkan. KHASIAT Hemostatik dan anti bengkak.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN:

RAMUAN DAN TAKARAN

1. Batuk Darah, Haid terlalu banyak :

Ramuan:
  •     Daun Andong segar        5 helai
  •     Air                                    secukupnya

Cara pembuatan: Dibuat infus, diseduh, atau dipipis.
Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipis, diminurn 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan: Diulang sampai sembuh.

2. Wasir :

Ramuan:
  •     Daun Andong segar    3 helai
  •     Daun Wungu segar    7 helai
  •     Air matang                 secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir.
Lama pengobatan: Diulangi selama 14 hari.

Senin, 04 Maret 2013

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Anting Anting

A N T I N G  –   A N T I N G
    (Acalypha australis Linn.)

    Sinonim :

   Familia :
Euphorbiaceae

Deskripsi :

Herba Semusim, tegak. berambut. Batang tinggi 30 – 50 cm. bercabang, dengan garis memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letak berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi bergerigi, panjang 2,5 – 8 cm, lebar 1,5 – 3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu, keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai. Buahnya kecil. Akar dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.

Nama Lokal :

Tie xian (China).;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, astringen, sejuk. Anti-radang, antibiotik, peluruh air seni, astringen menghentikan perdarahan (hemostatik).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Disentri basiler dan disentri amuba, Diare, Malnutrition, mimisan; Muntah darah, Berak darah, Kencing darah, Malaria;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
  •     Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.

KEGUNAAN:
  •     Disentri basiler dan disentri amuba.
  •     Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan  gangguan pencernaan.
  •     Muntah darah, mimisan, berak darah (melena),    kencing darah  hematuria ).
  •     Malaria.

PEMAKAIAN :
  •     9 – 15 gram kering atau 30 – 60 gram segar, direbus, minum.

PEMAKAIAN LUAR:

Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci. Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis, gigitan ular.

CARA PEMAKAIAN:

1. Dermatitis, eczema, koreng:

    Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang sakit.

2. Perdarahan, luka luar:

    Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan ditempel ke tempat yang sakit.

3. Disentri amoeba:

    30 – 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi 2 kali minum, selama 5 – 10 hari.

4. Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena),
   batuk:


     Herba kering 30 – 60 gram direbus, minum.

5. Disentri basiler:
    Acalypha australis 30 – 60 gram, Portulaca oleracea (Gelang) dan gula masing-masing 30 gram rebus, minum setelah dingin.

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Anyang Anyang

A N Y A N G   –   A N Y A N G

   (Elaeocarpus grandiflorus J.Sm,)

Sinonim :
Rejasa.

Familia :
Elaeocarpaceae.

Deskripsi :

Pohon dengan bentuk etage; tinggi 6-26 m. Daun bertangkai, berjejal pada ujung ranting, bentuk lanset, beralih demi sedikit pada tangkai, 5-20 kali 1-5 cm, gundul, seperti kulit, bergerigi beringgit tidak dalam; yang tua merah api. Tandan bunga menggantung, berbunga 4-6, panjang 2-10 cm. Tangkai bunga 3-4,5 cm. Daun kelopak merah cerah, berambut. Daun mahkota putih, pada pangkalnya dengan sisik, ke arah ujung melebar sekali dan terbagi dalam taju, panjang; 2-2,5 cm. Dasar bunga kuning, kemudian oranye. Tonjolan dasar bunga berambut halus (seperti bulu anak ayam) rapat. Benang sari seluruhnya berambut. Bakal buah bentuk telur, berambut; kepala putik tidak melebar. Buah bentuk spul, hijau pucat, panjang lk 3 cm. Di hutan di pinggir air, di bawah 500 m; sebagai pohon hias di kebun dan park. Anyang, S, Rejasa, J. Elaeocarpus grandiflorus J.E.Sm. Cat. : Jika buah diinjak, maka duri tempel pada inti buah menembus dinding buah yang lunak dan menyebarlah biji tersebut sebagaiapa yang dinamakan „kotak duri” (hoefklitten). Bagian yang digunakan Buah, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Anyang-anyang, Ki ambit (Sunda); Anyang-anyang, Kemaitan, Maitan, Raja sor, Rejasa (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Elaeocarpi Fructus; Buah Anyang-anyang.

Komposisi :

Elaeokarpid (zat pahit beracun) dan saponin. Khasiat Diuretik.

Penyakit Yang Dapat Diobati :


Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Buah:
  •     Disentri.
  •     Sakit kandung kencing.

Kulit kayu:
  •     Radang Ginjal.
  •     Borok (obat luar).

Daun:
  •     Demam.
  •     Kelesuan.
  •     Mual.
  •     Sakit Kuning.

RAMUAN DAN TAKARAN

1. Demam :

Ramuan:
  •     Kulit kayu atau daun Anyang-anyang   4  gram
  •     Air                                                          110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Lama pengobatan: Diulang selama 4 hari.

2. Kelesuan :
Ramuan:
  •     Daun Anyang-anyang                 4 gram
  •     Daun Sembung                            3 gram
  •     Herba Meniran                            2 gram
  •     Rimpang Temulawak                  4 gram
  •     Air                                              110 ml

Cara pernbuatan: Diseduh, dibuat infus.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:  Diulangi selama 14 hari.

3. Sakit Kandung Kencing :

Penderita pada saat buang air seni merasa nyeri, dan air seninya berbuih.

Ramuan:
  •     Buah Anyang-anyang   7 biji
  •     Buah Adas          1 gram
  •     Pulosari                   1/ 2 ruas jari
  •     Air                            110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

Senin, 25 Februari 2013

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Lada

Lada
(Piper nigrum L.)

Sinonim :


Familia :
Piperaceae.

Deskripsi :

Tanaman herba tahunan, memanjat. Batang bulat, beruas, bercabang, mempunyai akar pelekat, warna hijau kotor. Daun tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjang 3,5-22 cm, warna hijau. Buah buni, bulat, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Piperis nigri Fructus; Buah Lada hitam. Piperis albae Fructus; Buah Lada putih.

Komposisi :

Minyak atsiri, pinena, kariofilena, limonena, filandrena, alkaloid piperina, kavisina, piperitina, piperidina, zat pahit, dan minyak lemak.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pedas, menghangatkan, dan melancarkan peredaran darah. KHASIAT Karminatif, diaforetik, diuretik, dan analgesik. PENELITIAN Nurendah P. Subanu, Bambang Wahjoedi, Oswald T. Tampubolon, dkk. Pusat Penelitian Farmasi, Badan LITBANGKES DEPKES. Telah melakukan penelitian pengaruh buah Lada dan buah Cabai Jawa, terhadap kehamilan mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata buah Lada dan buah Cabai Jawa pada takaran yang cukup besar, dapat menyebabkan resorpsi janin mencit. Errasmus S., Sasmitadimedja, Adjad S., dkk. Bagian Farmakologi, FK UNPAD. Telah melakukan penelitian infus buah Lada terhadap efek menghilangkan rasa nyeri pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian per oral infus dengan takaran 500 mg/kg bb, menyebabkan perpanjangan waktu reaksi (PWR), sama dengan PWR untuk parasetamol den gan takaran 250 mg/kg bb, dan lebih pendek dari PWR untuk metamizol dengan takaran 250 mg/kg bb. Sunaryo Sarwono,1988. Fakultas Farmasi, UGM. Pembimbing: Drh. Daryono, M.Sc. Ph.D., dan Dr. C.J. Soegihardjo, Apt. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan serbuk buah Lada hitam terhadap hepatotoksisitas parasetamol pada mencit jantan. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata seduhan serbuk Lada hitam pada dosis 305,76 mg/kg bb yang diberikan secara bersama-sama dengan pemberian parasetamol dosis 250 mg/kg bb dapat menghambat proses hepatotoksis pada mencit.

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
 
  • Buah.
KEGUNAAN

Buah: 
  • Disentri.
  • Kolera.
  • Kaki bengkak.
  • Nyeri haid.
  • Rematik (nyeri otot).
  • Selesma.
  • Sakit kepala (obat luar).
Daun: 
  • Batu ginjal.
RAMUAN DAN TAKARAN

1. Kaki Bengkak (pada wanita hamil)

Ramuan:
  • Buah Lada hitam   10 butir
  • Rimpang Lempuyang Emprit segar    1 Jari
  • Daun Sirih segar   2 helai
  • Arak   sedikit
Cara pembuatan:
  • Dipipis hingga halus dan ditambah sedikit arak.
Cara pemakaian:
  • Dibalurkan pada kaki pada waktu malam sebelum tidur.
Lama pengobatan:
  • Diulang sampai sembuh
Catatan :

Lada dalam obat tradisional dibedakan atas:
  • Lada hitam (tidak dikupas).
  • Lada putih (buah sudah masak dikupas)

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Padi

P A D I

    (Oryza, sativa L)

    Sinonim :

Familia :
Poaccae (Gramincae)

Deskripsi  :

Padi banyak varietasnya yang ditanam di sawah dan di ladang, sampai ketinggian 1.200 m dpl. Tanaman semak semusim ini berbatang basah, tingginya 50 cm – 1,5 m. Batang tegak, lunak, beruas, berongga, kasar, warna hijau. Daun tunggal berbentuk pita yang panjangnya 15-30 cm, lebar mencapai 2 ern, perabaan kasar, ujung runcing, tepi rata, berpelepah, pertulangan sejajar, hijau. Bunga rnajemuk berbentuk malai. Buahnya buah batu, terjurai pada tangkai, warna hijau, setelah tua menjadi kuning. Biji keras, bulat telur, putih atau merah. Butir-butir padi yang sudah lepas dari tangkainya disebut gabah, dan yang sudah dibuang kulit luarnya disebut beras. Bila beras ini dimasak, maka namanya menjadi nasi, yang merupakan bahan makanan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Umumnya beras berwarna putih, walaupun ada beras yang berwarna merah. Tangkai butir 9 padi setelah dirontokkan gabahnya dan dijemur sampai kering, disebut merang. Padi yang termasuk keluarga rumput-rumputan ini ditanam dari bijinya secara langsung atau melalui persemaian dahulu.

Nama Lokal :

Pare, pantun, pari, padi (Jawa). pade, rom, r. pedeh, page,; eme, ome, banih, padi, pai, pari, pagri (Sumatera). wanat, ; fasa, alai, ara, fala, hala, ala hutu, ala utu, ala utut, hala,; alac tuwa, pinge, pinye, samasi, bira (Maluku). ame, eme,; pai, pae, bai, ase (Sulawesi). Pare, kekai, parei, bani, ; Parai, parei, pari (Kalimantan). padi, pantu, pantun, pade,; pare, fare, pari, pane, pare ui, hade aik, ale (N.Tenggara).; Reis (Jerman), riz (Perancis), riyst (Belanda), rice (Inggris).;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Akar bersifat hangat dan manis. Selaput biji (kulit ari) bersifat manis, netral, serta masuk meridian limpa dan lambung. KANDUNGAN KIMIA : Biji mengandung karbohidrat, dextrin, arabanoxylan, xylan, phytin, glutelin, enzim (phytase, lypase, diastase), dan vitamin B,

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Tidak napsu makan, gangguan pencernaan, beri-beri, kesemutan; Keguguran, demam, diare, gondongan, rematik, keseleo, bisul,; Radang payudara, radang kulit, rambut kotor, keringat berlebihan;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Selaput biji, biji, tangkai buah, dan. Selaput biji dijemur sampai kering.

KEGUNAAN :

Selaput biji (Gu ya) berkhasiat untuk mengatasi:
  • Lambung dan limpa lemah,
  • Tidak nafsu makan, gangguan pencernaan, rasa penuh di dada dan  perut,
  • Beri-beri, serta
  • Tangan dan kaki rasa kesernutan, baal.
Tangkai buah (merang) berkhasiat untuk mengatasi:
  • Rambut kotor, dan
  • Keguguran.
Biji (beras) berkhasiat untuk mengatasi:
  • Demam,
  • Diare,
  • Gondongan,
  • Rematik, keseleo,
  • Radang payudara, radang kulit, dan
  • Bisul.
Akar (No tao ken) berkhasiat untuk mengatasi:
  • Keringat berlebiban, berkeringat spontan, dan
  • Filariasis.
CARA PEMAKAIAN :

Selaput biji (bekatul) sebanyak 10 – 15 g atau akar 15 – 20 g direbus, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, beras digiling halus bersama bahan lain, untuk pemakaian setempat. Merang dibakar, lalu tambahkan air. Campuran ini baik untuk mencuci rambut.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Diare :
Segenggam beras merah disangrai sampai kuning, lalu digiling halus.  Seduh dengan air panas sambil diaduk merata, sampai menjadi kuah kental. Ramuan yang disebut air tajin ini lalu ditambah sedikit garam.
Setelah dingin siap untuk diminum. Lakukan 2 – 3 kali sehari.

2. Pencuci rambut :

    Sebanyak 2 ikat tangkai buah kering (merang) dimasukkan ke dalam panci atau bejana dari tanah liat. Kemudian merang dibakar sampai semuanya hangus menjadi abu. Tambahkan 1 liter air, lalu embunkan di udara terbuka semalaman. Ambil air yang bening untuk keramas. Selesai keramas, bilas dengan air perasan 1 buah jeruk purut yang telah masak dan diencerkan dengan 2 gelas air. Kemudian rambut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Lakukan 3 kali dalam seminggu.

3. Gondongan :

    Ambil sekepal nasi panas, urutkan pada bagian pipi yang bengkak.

4. Rematik :
    Sediakan beras merah 1 sendok, lempuyang sepanjang 1/2 jari tangan, dan cabai rawit 3 buah. Semua bahan tersebut setelah dicuci bersih lalu ditumbuk sampai menjadi seperti bubur. Balurkan ke tempat yang sakit.

5. Mematangkan bisul :
    Untuk bisul yang besar dan keras dikompres dengan bubur nasi.

6. Beri-beri :

    Siapkan bekatul beras merah sebanyak 3 sendok makan lalu seduh dengan 100 cc susu sapi sambil diaduk merata. Minum selagi hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Kamis, 21 Februari 2013

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Gadung

Gadung
(Dioscorea hispida Dennust)

Sinonim :

Dioscorea daemona Roxb. Dioscorea hirsuta Bl. Dioscorea triphylla Auct.

    Familia :
Dioscoreaceae

Deskripsi :

Semak, menjalar, permukaan batang halus, berduri, warna hijau keputihan. Daun tunggal, lonjong, berseling, ujung lancip, pangkal tumpul, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan, di ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota hijau kemerahan. Buah bulat setelah tua biru kehitaman. Biji bentuk ginjal. Bagian yang Digunakan Rimpang.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Bitule, Bunga meraya (Manado); Gadung, Gadung ribo (Sumatera Barat); Gadung (Sunda); Gadung (Jawa); Ghadhung (Madura); Gadung, Sikapa, Skapa (BeIitung); Iwi (Sumbawa); . Ondot in lawanan, Pitur (Minahasa); Siapa (Bugis); Sikapa (Makasar); Boti (Roti); Lei (Kai); Uhulibita, Ulubita (Seram); Hayule, Hayuru (Ambon). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Dioscoreae hispidae Rhizoma; Rimpang Gadung

Komposisi :

Alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tanin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Manis dan menetralkan. KHASIAT Anti inflamasi, spasmolitik, diaforetik, dan kholagog. PENELITIAN Serafinah Indriyani, 1986. Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian perasan umbi Gadung terhadap oogenesis mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan umbi Gadung menghambat siklus ovarii yang dampaknya mempengaruhi fungsi oogenesis.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN


-Keputihan.
-Kencing manis.
-Kusta.
-Mulas.
-Nyeri empedu.
-Nyeri haid.
-Radang kandung empedu.
-Rematik (nyeri persendian).
-Kapalan (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN

1. Kusta (Lepra) :
Penyakit kusta yang masih dini, dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut.
Ramuan:
  • Rimpang Gadung   beberapa keping
  • Buah Cabe Jawa   beberapa butir
  • Lada Putih   secukupnya
  • Kelapa Parutan  secukupnya
  • Gula Aren   secukupnya
  • Air   150 ml
Cara pembuatan: 
  • Dibuat infus.
Cara pemakaian: 
  • Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Lama pengobatan: 
  • Diulang selama 14 hari.
2. Kapalan :

Ramuan:
  • Rimpang Gadung    secukupnya
  • Air    sedikit
Cara pembuatan:
  • Dipipis hingga seperti bubur.
Cara pemakaian: 
  • Balurkan pada bagian kulit yang mengeras.
Lama pengobatan: 
  • Diperbaharui setiap 3 jam.
3. Rematik :

Selain diobati dengan obat modern atau obat tradisional dianjurkan makan Gadung.

Peringatan :

Pemakaian yang terlalu banyak, dapat menyebabkan keracunan. Keracunan Gadung berakibat kejang-kejang. Penawar sementara kloralhidrat atau kalium bromida.

Catatan :

Gadung merupakan umbi yang beracun. Agar dapat dimakan perlu pengolahan, seperti berikut ini. Umbi dipotong tipis-tipis, kemudian direndam dalam air yang telah dibubuhi garam. Umbi terus dialiri air sampai air cuciannya tidak berwarna putih. Setelah itu dijemur di panas matahari.

Ada beberapa jenis Gadung, antara lain: 
  • Gadung Bunga Wangi.
  • Gadung Kuning.
  • Gadung Kelan.
  • Gadung Padi (bunga tidak berbau)

Manfaat dan Khasiat Daun Kemangi Bagi Kesehatan

Kemangi (Ocimum sanctum) memang bukan tanaman yang asing bagi kita, karena selain mudah dijumpai di halaman rumah, kebun atau ladang, kadang banyak juga ditemukan di pinggiran jalan.Daun kemangi memiliki manfaat dan khasiat yang sangat luar biasa, itulah sebabnya beberapa orang sangat suka sekali memakan/ mengkonsumsi daun ini sebagai lalapan bersamaan dengan masakan seperti ayam dan ikan.
Ada banyak sekali  manfaat daun kemangi untuk kesehatan
dan berikut adalah beberapa diantaranya :
  • Mengurangi bau badan.
  • Mengatasai sakit perut.
  • Menyembuhkan gigitan ular ataupun serangga.
  • Sebagai obat kanker.
  • Sebagai obat untuk infeksi.
  • Sebagai obat demam.
  • Membantu menurunkan gula darah dalam tubuh.
  • Mengurangi bau mulut.
  • Membantu melancarkan pencernaan.
  • Mengatasi sakit kepala, muntah, radang lambung dan infeksi usus.
Berikut beberapa cara singkat dan mudah yang dapat anda manfaatkan dari sayuran ini adalah:

1. Bau Badan dan Keringat :

Tumbuk halus daun, biji dan akar kemangi secukupnya, lalu seduh dengan air panas sebanyak saring air seduhan lalu tambahkan gula aren secukupnya. Minum air seduhan pada pagi dan malam hari.

2. Mual :

Teh yang dibuat dari daun kemangi dapat digunakan untuk mengatasi mual, disentri atau menurunkan panas (sebagai antipiretik). Caranya, satu sendok makan daun kemangi kering diseduh dengan setengah cangkir air lalu minum. Bila perlu tambahkan madu sebagai pemanis.

3. Ejakulasi dini, peluruh gas perut, peluruh haid, peluruh ASI, panas dalam dan sariawan :

Rebus daun kemangi segar atau kering sebanyak 15 gram dalam 2 gelas air selama 15 menit. Minum dua kali sehari masing-masing  ½ gelas.

4. Panu :

Segenggam daun kemangi cuci, tumbuk halus. Beri sedikit air kapur sirih. Gosokkan ramuan ini pada kulit yang berpanu. Lakukan ini 2X sehari.

5. Sariawan :

50 helai daun kemangi dicuci bersih, kunyah sampai halus selama 2-3 menit. Telan. Minum air hangat. Lakukan ini 3x sehari.

6. Nafas tak sedap :
Untuk mengurangi bau nafas yang tak sedap, sering-seringlah makan lalapan daun kemangi, daun kunir dan beluntas.

Rabu, 20 Februari 2013

Khasiat Kacang Hitam untuk Mencegah Kanker dan Penuaan Dini

Saat ini Kacang Hitam menjadi nutrisi baru karena sejumlah nutrisi penting yang terdapat dikandungannya, diantaranya adalah Superfood ini mengandung antioksidan yang jauh lebih banyak dibandingkan jenis kacang lain.

Manfaat Kacang Hitam dan Kandungan Kacang Hitam

Seperti jenis kacang-kacangan lainnya, kacang hitam juga mengandung protein, serat, zat seng dan juga tembaga. Kandungan nutrisi yang lebih banyak termasuk juga antioksidan membuat kacang hitam ini menjadi bintang nutrisi baru yang digemari orang.

Berikut ini beberapa kandungan nutrisi penting pada kacang hitam :
Oksidan Tinggi

Pada tahun 2003, dilakukan sebuah penelitian terhadap 12 jenis kacang. Hasilnya, kacang hitam lebih tinggi kandungan antioksidannya dibandingkan 11 kacang lain. Peneliti juga menyatakan, jika semakin gelap warna kacang, semakin tinggi juga kandungan flavonoidnya. Kacang hitam mengandung anthocyanins tinggi, yang membuatnya berwarna lebih gelap dan mempengaruhi tingginya antioksidan.

Makan makanan yang tinggi kandungan antioksidannya mampu melindungi tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas tersebut bisa merusak sel-sel dalam tubuh, dan memunculkan resiko penyakit kronis, seperti alzheimer, kanker, jantung, masalah pada sistem kekebalan tubuh, diabetes, juga kelainan pada mata.

Flavonoid


Disamping mampu melindungi tubuh dari resiko penyakit kronis, senyawa flavonoid pada kacang hitam juga baik buat kecantikan. Nutrisinya bisa mengatasi kerutan halus pada kulit wajah. Kacang hitam mampu mencegah tanda-tanda penuaan dini yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Ketika kulit terkena sinar ultraviolet, nutrisi dalam kacang hitam menghasilkan enzim yang melindungi kulit dari efek buruknya.

Rendah Glikemik Indeks

Olahan kacang hitam bisa jadi camilan menyehatkan, karena memiliki kandungan glikemik indeks (GI) yang rendah. Memilih makanan dan camilan dengan GI rendah sangat penting, karena GI yang tinggi mampu meningkatkan kadar gula dalam darah. Kacang hitam dan jenis makanan lain dengan GI rendah diserap perlahan-lahan di dalam aliran darah, yang membantu kadar gula dalam darah stabil.
Makanan dengan GI rendah juga mampu melawan resistensi insulin yang berhubungan dengan diabetes, serta mampu menurunkan resiko stroke dan jantung.

Selasa, 19 Februari 2013

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Jagung

Jagung
(Zea mays L.)

   Sinonim :

Familia :
Poaceae (Gramineae).

Deskripsi  :

Tanaman berumpun, tegak, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Batang bulat, masif, tidak bercabang, warna kuning atau jingga. Daun tunggal, berpelepah, bulat panjang, ujung runcing, tepi rata, panjang 35-100 cm, lebar 3-12 cm, warna hijau. Bunga majemuk, berumah satu, bunga jantan dan betina bentuk bulir, di ujung batang dan di ketiak daun, warna putih. Buah berbentuk tongkol, panjang 8-20 cm, warna hijau kekuningan.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Maidis Stigmata; Rambut Jagung. Maidis Amylum; Pati Jagung.

Komposisi :

Rambut : Saponin, zat samak, flavon, minyak atsiri, minyak lemak, alantoin, dan zat pahit. Bunga : Stigmasterol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat Khas Agak manis. Khasiat Antilitik, diuretik, dan hipotensif. PENELITIAN Sukensri Hardianto, 1989. Fakultas Farmasi, UGM. Pembimbing: Dr. Ediati S., Apt. dan DR. Sasmito. telah melakukan penelitian pengaruh infus tongkol Jagung muda terhadap daya larut batu ginjal kalsium secara in vitro. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata: 1. Adanya pengaruh antara kadar infus dan kadar kalium vang teriarut dalam larutan. 2. Adanva pengaruh antara kadar infus dan kadar Y{alsium vang terlarut dalam larutan. 3. Batu ginjal kalsium mempunyai daya larut paling besar dalam infus tongkol Jagung muda dengan kadar 5%. Pada kadar infus yang lebih tinggi daya larutnya mengalami penurunan

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
  • Rambut dan tongkol muda
KEGUNAAN :

Rambut atau tongkol muda:

1. Batu empedu.
2. Batu ginjal.
3. Busung air pada radang ginjal.
4. Busung perut.
5. Hepatitis.
6. Kencing manis.
7. Radang kandung empedu.
8. Sirosis.
9. Tekanan darah tinggi.

RAMUAN DAN TAKARAN

1. Batu Empedu :

Ramuan:
  • Jagung muda             5 tongkol
  • Herba Kumis Kucing segar    5 gram
  •  Air        110 ml
Cara pembuatan:
  • Dibuat infus.
Cara pemakaian:
  • Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Lama pengobatan:
  • Diulang selama 14 hari.
2. Batu Ginjal :

Ramuan:
  • Jagung muda    4 tongkol
  • Rambut Jagung   1 genggam
  • Daun Keji Beling segar   8 helai
  • Air   110 ml
Cara pembuatan:
  • Dibuat infus.
Cara pemakaian:
  • Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Lama pengobatan:

Diulang selama 14 hari. Setelah batu keluar, baik berupa kerikil, butiran maupun buih pengobatan dihentikan, kemudian diteruskan dengan minum Jamu Kumis Kucing dan Meniran yang tertera pada paparan Kumis Kucing.

3. Tekanan Darah Tinggi :

Ramuan:
  • Jagung muda   5-7 tongkol
  • Rambut Jagung   1 genggam
  • Air   110 ml
Cara pembuatan:
  • Dibuat infus.
Cara pemakaian:
  • Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Lama pengobatan:
  • Diulang selama 7 hari.
  • Penggunaan rambut Jagung supaya hati-hati karena tekanan darah dapat turun dengan cepat.

Tanaman Obat Herbal Indonesia – Dadap Serep

Dadap Serep
(Erythirna subumbrans(Hask.) Merr)

    Sinonim :
Erythrina lithosperma Miq. non Bl.

    Familia :
Papilionaceae (Leguminosae).

Deskripsi  :

Tumbuhan berupa pohon. Batang ada yang berduri dan ada yang halus. Daun tiga bersatu dan berbentuk belah ketupat. Bagian yang Digunakan Daun dan kulit kayu.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Erythrinae Folium; Daun Dadap Serep.

Komposisi :

Alkaloid, eritradina, eritrina, eritramina, hipaforina, dan erisovina.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pahit, mendinginkan, dan membersihkan darah. KHASIAT Daun: Antipiretik dan anti inflamasi. Kulit Kayu: Ekspektoran. PENELITIAN Roswina Silalahi, 1988. Jurusan Farmasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian efek antipiretik hasil penyarian dan infus daun Dadap Serep terhadap burung merpati. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata infus daun Dadap Serep berkhasiat sebagai antipiretik, sedangkan hasil penyarian dengan kloroform tidak memberikan efek antipiretik. Sebagai kontrol digunakan suspensi parasetamol 300 mg/kg bb. Roy Mustakin, 1992. Jurusan Farmasi, FMIPA UNAND. Pembimbing: Drs. Rusdi, M.S. dan Dra. Armenia, M.S. Telah melakukan penapisan aktivitas farmakodinamik ekstrak etanol daun beberapa species Erythrina (E. orierrtalis, E. irtdica, dan E. litliospernla). Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak etanol ketiga daun tersebut memiliki aktivitas penekanan sistem saraf pusat, relaksasi otot simpatolitik dan para simpatomimetik. Aktivitas analgesik hanya terdapat pada E. indica dan F. litlnosperrrla. Intensitas efek meningkat dengan meningkatnya dosis yang diberikan. Christine Gunawan, 1993. Fakultas Farmasi, WIDMAN. Pembimbing: Drs. Soemartojo. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Dadap Serep terhadap produksi air susu pada mencit yang menyusui. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ada perbedaan yang bermakna produksi air susu pada pemberian infus Dadap Serep 40%.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
Daun:
  • Demam.    
  • Pelancar ASI.
  • Sariawan perut.
  • Mencegah keguguran (obat luar).
  • Nifas (obat luar).
  • Perdarahan bagian dalam (obat luar).
  • Sakit perut (obat luar).
Kulit kayu:
  • Batuk.    
  • Sariawan perut.
RAMUAN DAN TAKARAN

1. Sariawan Perut :

Ramuan:
  • Kulit kayu Dadap Serep 3 gram
  • Sidowayah 3 gram
  • Daun Prasman segar  4 gram
  • Akar Manis Cina  4 gram
  • Air  110 ml
Cara pembuatan: Dibuat infus.
Cara pemakaian: Diminum sehari 1 kali 100 ml.
Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.

2. Perdarahan/Peradangan Bagian Dalam :

Ramuan:
  • Daun Dadap Serep segar   secukupnya    
  • Air       secukupnya
Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian: Dibalurkan pada bagian yang diperkirakan terjadi perdarahan bagian dalam.
Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam sekali.

3. Sakit Perut :

Perut merasa mulas, tinja mengandung darah dan lendir. Selain diberi obat minum yang cocok, perut diberi tapel dengan ramuan sebagai berikut:
  • Daun Dadap Serep segar   secukupnya
  • Daun Sosor Bebek    secukupnya
  • Air      secukupnya
Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian: Dibalurkan pada perut.
Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam sekali.

4. Demam :

Selain diberi obat penurun panas yang diminum, untuk mempercepat penurunan suhu badan dapat dikompres dengan daun Dadap Serep yang dipipis halus.

5. Mencegah Keguguran :

Bagi ibu yang sering menderita keguguran, untuk mencegah hal tersebut, di samping istirahat tiap hari perut dikompres dengan daun Dadap Serep yang dipipis halus. Bobokkan agak tebal dan pakailah gurita.

6. Nifas :

Ibu sehabis bersalin sering mengalami nifas. Untuk menjaga kesehatan ibu, dapat digunakan bobokan daun Dadap Serep dan memakai gurita.