This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2013

Manfaat Dari Lada Hitam Bagi Kesehatan

Mengenal Lada Hitam Yang Kaya Manfaat.Lada hitam tak terlalu populer digunakan sebagai bumbu dalam masakan di Indonesia. Namanya jauh lebih populer ditemukan pada menu-menu kontinental, di mana rasa pedasnya ternyata tak hanya sekedar perasa saja.

Lada hitam digunakan sebagai bumbu masakan karena punya banyak khasiat kesehatan dan manfaat baik bagi tubuh dan kecantikan. Mungkin Anda tak banyak tahu akan khasiatnya, tetapi mulai kini Anda bisa menjadikannya sebagai salah satu bumbu menu masakan Anda, setelah membaca beberapa fakta kesehatan lada hitam berikut ini.

Dikutip dari Boldsky.com, lada hitam ampuh untuk:

1. Mencegah kanker
Studi di Michigan Cancer Center mengatakan bahwa lada hitam memberikan reaksi baik bagi penyembuhan kanker payudara. Di dalamnya ditemukan zat yang disebut piperine dan fungsinya membantu mencegah perkembangan sel kanker payudara.

Selain itu, lada hitam juga mengandung vitamin C, vitamin A dan flavonoid serta karoten dan aneka antioksidan lain yang akan membantu mengatasi radikal bebas pada tubuh.

2. Mengatasi problem pencernaan

Problem pencernaan yang kerap dialami sehari-hari seperti kembung, susah buang air besar, diare, atau mual bisa diatasi dengan mengonsumsi lada hitam. Cukup dicampurkan sedikit saja sebagai bumbu dalam masakan, ia akan membantu meredakan problem pencernaan dalam waktu yang cukup singkat.

3. Penurunan berat badan

Siapa sangka bahwa lada hitam juga dapat membantu menurunkan berat badan. Menurut penelitian, adalah phytonutrient yang ada di dalam lada hitam yang membantu menghancurkan sel-sel lemak yang ada di dalam tubuh.

4. Mencegah jerawat
Lada hitam dapat dijadikan masker alami yang ampuh mengatasi berbagai problem kulit. Sebagai scrub, ia mampu mengenyahkan sisa-sisa sel kulit mati, memperlancar jalan oksigen di dalam kulit, menutrisi kulit serta berlaku sebagai antibakteri penyebab jerawat.

5. Mengurangi ketombe

Sifatnya yang antibakteri dan anti peradangan dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi pada kulit kepala. Inilah sebabnya ia juga ampuh mencegah pertumbuhan ketombe yang sangat mengganggu dan memberikan rasa gatal berlebihan pada kepala.

6. Membantu penyembuhan demam dan flu

Sedang merasa demam dan flu? Sediakan semangkuk sup hangat yang ditaburi dengan lada hitam. Makan selagi hangat dan tidur dengan lebih nyenyak. Bumbu yang satu ini dapat melegakan hidung dan tenggorokan, serta membuat tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak.

Sedemikian banyak manfaat lada hitam bagi kesehatan dan kecantikan. Tak ada ruginya deh kalau Anda menyediakannya dan menggunakannya sebagai bumbu masakan di rumah.(Sumber ; Vemale)

Rabu, 05 Juni 2013

Mengusir Nyamuk Dengan Beberapa Jenis Bunga

Mengusir nyamuk tak harus menggunakan obat nyamuk yang bikin nafas jadi sesak. Apalagi yang menggunakan metode bakar, apabila lalai bisa menyebabkan kecelakaan.

Pun demikian, nyamuk juga memang tak bisa dipandang sebelah mata. Satu gigitan kecilnya terkadang bisa membuat orang demam hingga meninggal.

Lantas, bagaimana mengusir nyamuk yang aman dan alami? Nenek moyang kita dulu menggunakan beberapa tanaman hias yang dapat membantu mengusir nyamuk. Aroma bunga tersebut sangat kuat sehingga membuat nyamuk enggan mendekat. Bahkan, beberapa obat nyamuk lotion, memanfaatkan aromanya sebagai salah satu bahan produknya.

Bunga apa saja sih yang dapat mengusir nyamuk dengan ampuh itu? Yuk kita intip dan beli di pasar bunga.

1. Bunga Lantana
Bunga lantana, atau disebut juga bunga tahi ayam di beberapa daerah. Disebut demikian karena aroma bunganya memang tidak wangi seperti bunga lainnya.

Pun demikian ternyata bunga yang satu ini mujarab untuk mengusir nyamuk lho. Perawatannya pun sangat mudah, cukup dijemur di bawah panas sinar matahari saja. Bunga ini sangat gemar dengan sinar matahari dan tahan panas, sehingga bisa dijadikan bunga taman.

2. Sereh

Tanaman sereh memiliki aroma lemon yang sangat menggiurkan dan segar. Kerap dijadikan tambahan bumbu dalam masakan juga dalam minuman. Warnanya menarik apabila sudah dicabut dari tanah dan dikupas. Di Bali, bahkan tanaman ini dijadikan tusuk untuk sate pentul, sehingga aroma sate juga lebih istimewa.

Ditanam di kebun atau di samping rumah, sereh dapat membantu mengusir nyamuk sekalipun ia rimbun.

3. Kemangi

Aroma kemangi ini sangat segar dan menyejukkan. Digunakan sebagai bumbu masakan, sebagai lalapan, dan juga sebagai aromatherapy yang ampuh mengatasi mual dan jerawat.

Aroma yang kuat dan segar membuat nyamuk enggan mendekat. Sehingga pas jika kemangi ini dijadikan salah satu tanaman penghias rumah yang multifungsi.

4. Daun mint

Daun mint juga memiliki aroma pedas dan segar. Biasanya digunakan sebagai tambahan parfum dan aroma makanan, sehingga memberikan kesan fresh dan dingin.

Tanaman ini bisa ditanam di dalam pot dan diletakkan di ruangan saat malam hari. Di pagi hari jemur di bawah sinar matahari sehingga dapat berfotosintesis.

5. Lavender

Bunga yang satu ini memang beken sebagai pengusir nyamuk alami. Memiliki aroma yang khas dan segar, membantu mengusir nyamuk dari area rumah apabila diletakkan di beberapa sudut ruangan.

Pun demikian, terkadang semut menyukai tanaman ini, sehingga Anda harus lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menata si bunga lavender di dalam ruangan.

6. Rosemary
Tanaman bunga yang satu ini biasanya juga dipakai sebagai tanaman hias atau tanaman bumbu dapur. Dikenal juga sebagai anti bakterial, sehingga beberapa produk kosmetika kerap menggunakannya sebagai bahan anti bakteri.

Dan apabila diletakkan di dalam rumah atau di taman dapat mengusir nyamuk.

7. Cengkeh

Cengkeh punya aroma yang sangat kuat, percampuran antara pahit dan manis. Apabila jumlahnya banyak, maka ia menjadi sepat dan cukup tajam. Tanaman cengkeh dapat mengusir nyamuk dengan efektif. Apalagi aromanya melekat kuat dan lama.

Tidak ada tanaman cengkeh? Anda bisa mengambil beberapa butir cengkeh dan letakkan di kain kasa. Gantung di beberapa tempat untuk mengusir nyamuk.

Nah, tidak sulit juga kan mengusir nyamuk dengan cara alami. Selain itu, Anda juga bisa sekaligus menghias rumah agar terlihat lebih cantik.

Sumber : Vemale

Sabtu, 20 April 2013

Zaitun

Zaitun sejak lama terkenal dengan khasiatnya untuk kesehatan. Terdiri dari : Meningkatkan metabolisme Makan ½ cup buah zaitun setiap hari dapat mencegah kegemukan.
zaitun Zaitun

Khasiat ini berasal dari lemak tak jenuh tunggal yang mempercepat pembakaran lemak dan mencegah gula diubah menjadi lemak. Selain itu, sebuah studi dalam British Journal of Nutrition menemukan, asam lemak tak jenuh tunggal menstimulir cholecystokinin, sejenis hormone penekan nafsu makan yang mengirim sinyal kenyang ke otak. Merevitalisasi system imun Zaitun kaya dengan vitamin E larut lemak, yang melindungi sel-sel dari radikal-radikal bebas yang berbahaya. Antioksidan ini menguatkan system imun, mengurangi penyakit seperti pilek dan flu sampai 30%, begitu menurut para periset di Tufts University di Boston. Menghaluskan kulit Makan buah zaitun yang merupakan sumber terkaya oleic acid, membantu mengurangi tampilan garis-garis halus. Asam lemak ini dapat mengenyalkan kulit dan melindungi elastin kulit dari kerusakan. Meningkatkan sirkulasi Zaitun adalah sumber istimewa dari polyphenois, senyawa antioksidan yang membantu mencegah penggumpalan darah yang berbahaya. Sebuah studi dalam Journal Of American College of Cardiology mengaitkan senyawa ini dengan peningkatan kadar nitric oxide, molekul jantung sehat yang meningkatkan pelebaran pembuluh darah dan aliran darah.

Kamis, 04 April 2013

Tanaman Herbal Adas (Foeniculum vulgare)

Adas
(Foeniculum vulgare Mill.)   

    Sinonim
:
= E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.

  Familia :
  Apiaccae (Umbelliferae)

Deskripsi :

Adas (Foeniculum vulgare)
merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm – 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 – 1 0 em, panj’ ang gagang bunga 2 – 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 – 10 mm, lebar 3 – 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :

Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Adas :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :


Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:

Buah bermanfaat untuk mengatasi :

- sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
muntah, diare,
- sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
- air susu ibu (ASI) sedikit,
- putih telur dalam kencing (proteinuria),
- susah tidur (insomnia),
- buah pelir turun (orchidoptosis),
- usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
- pembengkakan saluran sperma (epididimis),
- penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
- mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
- rematik gout, dan
- keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Daun berkhasiat mengatasi :

- batuk,
- perut kembung, koilk,
- rasa haus, dan
- meningkatkan penglihatan.

CARA PEMAKAIAN :

Buah adas sebanyak 3 – 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Batuk
a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2 cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendokteh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kalisehari, sampai sembuh.

b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2 kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum, bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Sesak napas

a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2 jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk  diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler 1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam, daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut 1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari, rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup 3/4 gelas.

4. Haid tidak teratur

Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam, jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

5. Batu empedu

Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air panas.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 – 6%, mengandung 50 – 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Tanaman Obat Herbal Bandotan (Ageratum conyzoides)

Bandotan
(Ageratum conyzoides L.)

  Sinonim
:
A. ciliare Lour. (non Linn), A. cordifolium Roxb.

    Familia :
compositae (asteraceae).

Deskripsi :

Bandotan (Ageratum conyzoides) tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl). Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Sumatera: bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam. Jawa: babadotan, b. leutik, babandotan, b. beureum, b. hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi: dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi. NAMA ASING : Sheng hong ji (C), bulak manok (Tag.), ajganda, sahadevi (IP), billy goat weed, white weed, bastard agrimony (I), celestine, eupatoire bleue. NAMA SIMPLISIA: Agerati Herba (herba bandotan), Agerati Radix (akar bandotan).

Komposisi :

Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Herba ini rasanya sedikit pahit, pedas, dan sifatnya netral. Bandotan berkhasiat stimulan, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), dan pelumuh kentut (kaiminatit). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati. Selain Ageratum conyzoide.s L., terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum haoustonianum Mill. Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin). Namun, tidak berefek pada uterus, vagina, dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan efek antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan (Yuni Ahda, JF FMIPA UNAND, – 1993). Ekstrak daun bandotan dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun, pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan, efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10% (Eliza Magdalena, JF FMIPA UI, 1993).

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Bandotan:

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :


Bagian yang digunakan untuk obat adalah herba (bagian di atas tanah) dan akar. Herba yang digunakan berupa herba segar atau yang telah dikeringkan.

INDIKASI:

Herba bandotan berkhasiat untuk pengobatan: demam,malaria, sakit tenggorok, radang paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media), perdarahan, seperti perdarahan rahim, luka berdarah, dan mimisan, diare, disentri, mulas (kolik), muntah, perut kembung,  keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat,  produksi air seni sedikit, tumor rahim, dan perawatan rambut.
Akar berkhasiat untuk mengatasi :demam.

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum, rebus 15 – 30 g herba kering atau 30 -60 g herba segar. Cara lain tumbuk herba segar, lalu peras dan air perasannya diminum.
Untuk pemakaian luar, tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya, campurkan minyak sayur sedikit dan aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, bisul, eksim, dan penyakit kulit lainnya (seperti kusta/lepra). Cara lain, giling herba kering menjadi serbuk, lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan. Selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapat digunakan untuk membilas mata, sakit perut, dan mencuci luka.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:

1. Sakit telinga tengah akibat radang

Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

2. Luka berdarah, bisul, eksim :

Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

3. Bisul, borok :

Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

4. Rematik( istilah kedokteran : reumatik), bengkak karena keseleo :

Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

5. Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar :

Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

6. Tumor rahim :

Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

7. Sakit tenggorokan :

(1) Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari.
(2) Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

8. Malaria, influenza :

Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

9. Perut kembung, mulas, muntah :

Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

10. Perawatan rambut :


Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut.

Tanaman Obat Herbal Dadap Ayam (Erythirna variegata)

Dadap Ayam(Erythirna variegata L. Var..Orientalis(L.) Merr)

Sinonim :

Erythirna variegata L. Var..Orientalis(L.) Merr

Familia :
Papillionaceae (Leguminosae).

Deskripsi :
Pohon yang menggugurkan daun, tinggi 1-25 m. Batang dan ranting kebanyakan berduri tempel. Poros daun dengan tangkai panjang 10-40 cm, tidak berduri tempel; anak daun bulat telur terbalik, segitiga atau bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, tepi rata, jarang berlekuk sedikit; anak daun ujung yang terbesar, 9-25 kali 10-30 cm. Bunga dalam tandan samping, pada ujung ranting yang gundul atau yang ada daun mudanya. Daun pelindung cepat rontok. Bunga tiga-tiga pada tonjolan; anak tangkai 0,5-1 cm. Kelopak akhirnya membelah dalam seperti pelepah; bendera 5,5-8 kali lebih kurang 8 cm, berkuku pendek, tidak bergaris putih; sayap muncul di Iuar kelopak, 1,5-2,5 cm panjangnya; lunas lebih kurang sama panjang, berdaun lepas, merah kotor. Bakal buah berambut rapat, bertangkai. Polongan di atas sisa kelopak di atas tangkai yang panjangnya 1,5-3 cm, menyempit di antara biji-biji, 10-25 kali sekitar 2 cm; dinding luar dapat lepas dari dinding dalam dan membuka tidak beraturan. Biji 1-12, panjang sekitar 2 cm. Di pantai atau daerah belakangnya, tepi muara sungai; juga dipelihara sampai 1.200 m. Bagian yang Digunakan Daun, kulit kayu, akar, dan biji.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Blendung. Dadap blendung (Sunda), Dadap ayam, Dadap laut (Jawa); Theutheuk (Madura); Galala kokotu (Ternate); Lola kohori (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Erythrinae variegatae Folium; Daun Dadap Ayam.

Komposisi :

Alkaloid eritralina, erisotiofina, kholina, betaina, erisovina, hepaforina, minyak lemak, dan resin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pahit, mendinginkan, dan membersihkan darah. KHASIAT Ekspektoran, antipiretik, antelmintik, dan insektisid PENELITIAN Derizar Deniska, 1993. Jurusan Farmasi, FMIPA UNAND. Pembimbing: Dra. Asmi Ilyas, Apt. dan Dr. Injomanoto, DMM, M.Sc. Telah melakukan penelitian pengaruh antimikroba ekstrak daun Dadap Ayam terhadap beberapa bakteri penyebab tukak secara in vitro. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata sari rebusan, fraksi kloroform, dan fraksi sisa dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus albus, Saureuos Streptococcus beta hemolyticus, dan Pseudomonaf aeruginosa.

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Dadap Ayam:

KEGUNAAN :

Daun:


-Batuk.
-Demam.
-Disentri.
-Haid tidak teratur.
-Pelancar ASI.
-Sulit tidur.
-Radang (obat luar).
-Sakit kulit (obat luar).

Kulit kayu:

-Asma.
-Demam.
-Sakit hati.
-Rematik (obat luar).
-Patah tulang (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN

1. Haid Tidak Teratur :

Beberapa helai daun dan beberapa buah bunga Dadap Ayam, dibuat sayur. Dimakan sebagai sayur.

2. Pelancar ASI :

Daun Dadap Ayam dan santan secukupnya, dibuat sayur yang cocok. Dimakan sebagai sayur.

3. Sulit Tidur :

Beberapa helai daun Dadap Ayam dan herba Kangkung dibuat sayur. Dimakan sebagai sayur.

Catatan :

Biji Dadap Ayam tidak enak. Biji Dadap Ayam dipotong tipis-tipis digunakan untuk meracuni ayam.

Tanaman Obat Herbal Ekor Kucing (Acalypha hispida)

Ekor Kucing
(Acalypha hispida Burm. f.)

Sinonim
:
A. densiflora Bl.

Familia :

euphorbiaceae

Deskripsi :

Ekor kucing (Acalypha hispida) merupakan tanaman asli dari Hindia Barat. Umumnya, ditanam sebagai tanaman hias di halaman atau di taman-taman. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 1-3 m. Batang bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, berwarna cokelat kehijauan. Daun tunggal, bertangkai panjang, letak berseling. Helaian daun bentuknya bulat telur atau lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, panjang 12-20 cm, lebar 6-16 cm, berwarna hijau muda. Bunga berkelamin tunggal dalam satu pohon. Bunga betina berkumpul dalam karangan berbentuk bulir yang keluar dari ketiak daun, bentuknya bulat panjang berjuntai ke bawah, berdiameter 1-1,5 cm, panjang 20-50 cm, berwarna merah. Buahnya bulat, kecil, berambut, berwarna hijau. Biji berbentuk bulat, kecil, berwarna putih kotor. Ekor kucing dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Indonesia: buntut kucing, ekor kucing, ekor kera. Jawa: tali anjing (Sunda), wunga tambang, lancuran (Jawa), ikut lutung (Bali). Maluku: lofoti (Ternate). NAMA ASING Gou wei hong (C), kattestaart (B), chenille plant, monkey’s tail, cat’s tail (I). NAMA SIMPLISIA Acalyphae hispidae Flos (bunga ekor kucing), Acalyphae hispidae Folium (daun ekor kucing).

Komposisi :

Daun mengandung acalyphin, flavonoida, saponin, dan tanin. Bunga mengandung saponin dan tanin.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian yang digunakan adalah bunga dan daun.

INDIKASI

Bunga digunakan untuk pengobatan :
Disentri, radang usus, perdarahan, seperti berak darah, muntah darah, mimisan, cacingan,luka bakar, tukak (ulkus) di kaki.

Daun digunakan untuk pengobatan :

Bercak putih di kulit karena kehilangan pigmen (vitiligo), disentri, batuk darah (hemoptisis), luka berdarah, dan sariawan.

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum, rebus 10-30 g bunga, lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, giling daun atau bunga secukupnya sampai halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT


1. Vitiligo :

Cuci segenggam daun segar dan kencur seukuran 1/2 ibu jari sampai bersih, lalu giling sampai halus. Balurkan pada bagian tubuh yang berbercak putih, lalu balut. Lakukan pengobatan ini setiap hari.

2. Luka berdarah :

Untuk menutup luka, cuci segenggam daun segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan pada luka, lalu balut dengan kain perban.
Cuci bunga segar dan pinang secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Selama dikunyah, dapat ditambah sedikit jahe, kencur, dan daun pulai yang masih muda.Telan air kunyahannya dan buang ampasnya. Lakukan beberapa kali dalam sehari.
Giling 30 g bunga segar dan 30 g gula enau sampai halus. Selanjutnya, makan campuran tersebut. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh.

Tanaman Obat Herbal Enau (Arenga pinnata)

Enau
(Arenga pinnata, Merr.)

    Sinonim :

Familia
:
Arecaceae

Deskripsi :

Enau (Arangapinnata)
termasuk jenis palma, berakar kuat dan menjalar ke mana-mana. Enau mempunyai banyak manfaat bagi manusia, antara lain: dari kelopak bunga jantan dapat menghasilkan nira sebagai bahan untuk gula aren, buahnya dapat dibuat kolang kaling untuk campuran makanan/minuman, ijuk untuk resapan air, kesed dan sapu. Enau yang sudah berusia 15-20 tahu dapat menghasilkan nira sebanyak 8 liter tiap hari dan bila dimasak dapat menghasilkan 25-35 kilogram kolang-kaling. Namun pada umumnya pohon enau tidak disukai para petani, sebab akarnya menjalar keman-mana dan dapat merusak tanaman di sekitarnya. Enau biasanya tumbuh dan berkembang berkembang biak dengan baik di hutan-hutan.

Nama Lokal :

Sugar Palm (Inggris), Enau (Indonesia), Kawung (Sunda); Aren (Madura), Bak juk (Aceh);

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Gula yang dibuat dari nira enau ini belum diketahui secara pasti kandungan kimia yang ada di dalammnya, karena sampai saat ini belum dilakukan penelitian ilmiah. Namun tentang khasiat dari praktek pengobatan tradisional, gula aren sering menjadi pilihan utama.

Penyakit Yang Dapat Diobati :


Demam, Sakit perut, Sulit buang air besar ;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Enau :

1. Demam :


    Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren.
Cara membuat: dicampur dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum biasa.

2. Sakit Perut :

    Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren, asam yang telah masak secukupnya.
    Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai merata, kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

3. Sulit Buang air besar :

    Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren.
    Cara membuat: dicampur dan diaduk sampai merata.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

Tanaman Obat Herbal Halia (Zingeber officinale)

Halia
(Zingeber officinale, Rosc.)

    Sinonim
:

  Familia :
Zingiberaceae

Deskripsi :

Halia (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.

Nama Lokal :

Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe(Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor);

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Zat-zat yang terdapat pada halia (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Halia :

1. Reumatik dan Encok :


    a. Bahan: rimpang umbi halia secukupnya
Cara membuat: dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan dilakukan secara teratur sampai sembuh.

b. Bahan: 4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi  lengkuas sebesar ibu jari dan 2 sendok makan buah cengkeh kering.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus dan ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin.
Cara menggunakan: dioleskan sebagai obat gosok pada bagian yang sakit dan dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.

2.  Mencegah Impoten :

     Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh bubuk merica.
  Cara membuat: umbi halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air masak, kemudian disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk diambil airnya; telur ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya; kemudian dioplos dengan semua bahan lainnya dan diaduk sampai  merata.
Cara menggunakan: diminum 1 kali seminggu dilakukan secara
teratur

3. Keracunan Udang :

    Bahan: 3-7 rimpang halia sebesar ibu jari dan minyak tanah.
Cara membuat: umbi halia diparut dan ditambah minyak tanah secukupnya.
Cara menggunakan: dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.

4. Sakit Pinggang dan keseleo :

    Bahan: 4-8 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya.
Cara membuat: umbi halia diparut dan campur dengan buah asam jawa sampai merata.
Cara menggunakan: dioleskan (bobok) pada bagian badan yang terasa sakit.

5. Capai dan Pegal-pegal :

    a. Bahan:  2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan susu perah       secukupnya.
Cara membuat:  umbi halia dibakar dan dibersihkan,  kemudian direbus bersama dengan susu perah.
Cara menggunakan:  diminum biasa.

b. Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang sudah direndam air dan sedikit garam dapur.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis)      bersama-sama.
Cara menggunakan: dioleskan sebagai param.

c. Bahan: 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, tepung terigu secukupnya, dan 1 potong asam jawa yang sudah masak.
Cara membuat: umbi halia diparut, kemudian ditambah tepung terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air hangat secukupnya.
Cara menggunakan: dioleskaskan sebagai param.

6. Sakit Kepala :

    Bahan: 2-3 lbar daun halia;
Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah sedikit air.
Cara menggunakan: digunakan sebagai kompres dahi. Sakit Pinggang dan keseleo.

7. Batuk :

    a. Bahan: 2-3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai  mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

b. Bahan: 3-4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih.
Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis dibakar dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur dan diremas-remas.
Cara menggunakan: dioleskan pada bagian dada anak balita yang sakit pada pagi dan sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.

8. Mencret dan Muntah-muntah :

    a. Bahan: rimpang umbi halia secukupnya, bunga dan buah pala secukupnya, jintan putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1  sendok teh minyak kayu putih.

b. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis),  kemudian dicampur dengan santan kelapa dan minyak kayu putih sampai merata.

Tanaman Obat Herbal Iler (Coleus scutellarioides)

Iler(Coleus scutellarioides, Linn,Benth)

  Sinonim :

Coleus atropurpureus, Benth. C. blumei, Benth. C. ingratus, Benth. C. laciniatus, Benth. C. hybridus, Hort. Plectranthus scutellariodes, (Linn.), Benth.

Familia :
Labiatea

Deskripsi :

Morfologi Iler: Batang : Batang Pohon herba tegak dan merayap dengan tinggi batang pohonnya berkisar 30 cm sampai 150 cm, mempunyai penampung batang berbentuk berbentuk segi empat dan termasuk katagori tumbuhan basah yang batangnya mudah patah. Daun : Berbentuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun dan memiliki warna yang beraneka ragam. Bunga : Berbentuk untaian bunga bersusun, bunganya muncul pada pucuk tangkai batang. Syarat Tumbuh: Iler dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Iler bisa didapat disekitar sungai atau pematang sawah dan tepi-tepi jalan pedesaan sebagai tumbuhan liar.

Nama Lokal :
Iler (Indonesia), Kentangan (Jawa), Jawer Kotok (Sunda);

Komposisi :
Iler mempunyai komposisi kandungan senyawa kimia yang bermanfaat antara lain : – alkaloid – etil salisilat – metil eugenol – timol – karvakrol – mineral

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Ambeien, Diabetes melitus, Demam, Diare (Sakit perut); Datang bulan terlambat, Bisul;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Iler :

1. Ambeien

    Bahan: 17 lembar daun iler,  7 lembar daun ngokilo, 3 rimpang umbi  kunyit (3 cm)
Cara membuat: seluruh bahan direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih.
Cara menggunakan: diminum  1 kali sehari 1 gelas

2. Diabetes melitus

    Bahan: Tumbuhan iler lengkap (Batang, daun, bunga), adas pulawaras secukupnya.
Cara membuat: Seluruh  bahan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih.
Cara menggunakan:  diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

3. Demam dan sembelit


    Bahan: 1 potong daun dan batang iler
Cara membuat: bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

4. Sakit Perut

    Bahan: 3 potong akar iler
Cara membuat: bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore.

5. Datang bulan terlambat

    Bahan:  Daun iler secukupnya
Cara membuat:  Bahan  direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum menjelang tanggal bulan haid.

6. Bisul

    Bahan: Daun Iler secukupnya, Minyak kelapa
Cara membuat: daun iler diolesi minyak kelapa, kemudian dipanggang.
Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat ditempelkan pada bagian bagian yang bisul.

Tanaman Obat Herbal Kacapiring (Gardenia )

Kacapiring
(Gardenia augusta, Merr.)

  Sinonim :

Gardenia jasminoides, Ellis.

   Familia :
Rubiaceae

Deskripsi :

Kacapiring (Gardenia) banyak dipelihara orang sebagai tanaman hias atau pagar hijau yang memiliki aroma bunga harum. Kacapiring termasuk tumbuhan perdu yang berumur tahunan serta banyak memiliki cabang, ranting maupun daun yang lebat. Kacapiring mudah tumbuh disembarang tempat, baik di daerah dingin maupun panas. Namun, tumbuhan ini lebih cocok di daerah pegunungan atau lokasi yang tingginya lebih dari 400 meter di atas permukaaan laut. Batang pohonnya mampu mencapai ketinggian berkisar 1-2 meter. Bunganya berukuran besar, indah mirip dengan bunga mawar putih dengan tajuk-tajuk melingkar dan bersusun membentuk satu kesatuan yang anggun. Daunnya berbentuk oval, tebal, licin dan mengkilap pada permukaan telapak daun bagian atasnya. Karena keharuman bunganya, kacapiring mempunyai nilai komersial untuk dibuat minyak wangi. Sedang pengembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara stek.

Nama Lokal :

Kacapiring (Indonesia, Sunda), Ceplong piring (Jawa); Jempiring (Aceh), Menlu bruek, Raja putih (Aceh);

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Kacapiring (Gardenia augusta dan Gardenia jasminoides) dari penelitian para ahli diketahui mempunyai senyawa kandungan zat minyak menguap. Minyak menguap tersebut antara lain mengandung unsur linaloldan styrolyl.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Sariawan, Demam, Sukar buang air besar;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Kacapiring :

1. Diabetes Mellitus
    Bahan: 12 lembar daun kacapiring
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum sekaligus dan diulangi secara rutin  setiap hari.

2. Sariawan

    Bahan: 7 lembar daun kacapiring, 2 sendok makan madu dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: daun kacapiring diremas-remas dan ditambah dengan 1 cangkir air dan disaring. Kemudian dicampur dengan madu dan gula aren tersebut dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum dan diulangi setiap dua hari sekali.

3. Demam
    Bahan: 7 lembar daun kacapiring dan 1 potong gula batu;
Cara membuat: daun kacapiring diremas-remas dengan 1 gelas air  dan disaring. Kemudian dicampur dengan gula batu dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum

4. Sukar buang air besar
    Bahan: 3 biji buah kacapiring;
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas;
Cara menggunakan: diminum

Tanaman Obat Herbal Nampu (Homalomena occulta)

Nampu
(Homalomena occulta [Lour.] Schott.)

Sinonim :

H, javanica V.A.V.R.

Familia :
Araceae

Deskripsi :

Nampu (Homalomena occulta) bisa ditemukan tumbuh liar di gunung, pinggiran sungai, tepi danau, atau ditanam sebagai tanaman obat dan tanaman hias pada tempat-tempat yang agak terlindung. Terna yang hidupnya lama ini mempunyai tinggi 50–100 cm. Berbatang bulat, tidak berkayu,, warnanya ungu kecokelatan, dan membentuk rimpang yang memanjang. Daun tunggal, tangkai panjangnya 50–60 cm, bulat berdaging. Helaian daun bentuknya bangun jantung, ujung runcing, pangkal rompang, tepi rata, kedua permukaan licin, pertulangan menyirip, panjang 70–90 cm, lebar 20–35 cm, dan berwarna hijau tua. Bunga majemuk berbentuk bongkol dan berwarna ungu, tumbuh diketiak daun, berkelamin dua, panjang 15–30 cm, dan tangkai berwarna ungu. Buah buni, bentuknya bulat, kecil, dan berwarna merah. Biji panjang, kecil, dan berwarna cokelat.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Cariyang bodas, c. beureum (Sunda), nampu, nyampu (Jawa Tengah). NAMA ASING: Qian nian jian, cien nien kien (C). NAMA SIMPLISIA Homalomenae Rhizoma (rimpang nampu).

Komposisi :

Rimpang nampu mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol. Daunnya mengandung saponin dan flavonoid.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat dan Khasiat Rimpang rasanya agak pahit, pedas, sifatnya hangat, dan tidak berracun. Afinitas pada meridian hati dan ginjal. Berkhasiat menghilangkan angin dan lembab serta memperkuat tendon dan tulang.

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Setelah digali, bersihkan rimpang dari akar, cud, dan jemur sampai kering. Potong tipis-tipis untuk penyimpanan. INDIKASI Rimpang nampu digunakan untuk mengatasi: a.sindroma sumbatan angin-lembab, dengan gejala perasaan dingin, sakit di pinggang bawah dan lutut, serta rasa keram dan kebas di tungkai bawah, b.rematik, pegal linu, c.pegal linu setelah melahirkan, dan d. meningkatkan nafsu seks pada laki-laki. CARA PEMAKAIAN Rebus rimpang kering sebanyak 5–10 g. Setelah dingin, saring dan minum airnya. CONTOH PEMAKAIAN a Meningkatkan nafsu seks pada laki-laki Cuci rimpang segar nampu (100 g), lalu parut. Tambahkan garam dapur dan kelapa parut secukupnya, lalu kukus selama 20 menit. Makan hasil kukusannya. Catatan Tanaman sejenis banyak terdapat di Indonesia, seperti Homalomena cordata Schott, H, aromatica Schott, dan H. alba Hassk.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Setelah digali, bersihkan rimpang dari akar, cud, dan jemur sampai kering. Potong tipis-tipis untuk penyimpanan.

INDIKASI

Rimpang nampu digunakan untuk mengatasi:
  •     sindroma sumbatan angin-lembab, dengan gejala perasaan dingin, sakit di pinggang bawah dan lutut, serta rasa keram dan kebas di tungkai bawah,
  •     rematik, pegal linu,
  •     pegal linu setelah melahirkan, dan
  •     meningkatkan nafsu seks pada laki-laki.

CARA PEMAKAIAN

Rebus rimpang kering sebanyak 5–10 g. Setelah dingin, saring dan minum airnya.

CONTOH PEMAKAIAN

a Meningkatkan nafsu seks pada laki-laki
Cuci rimpang segar nampu (100 g), lalu parut. Tambahkan garam dapur dan kelapa parut secukupnya, lalu kukus selama 20 menit. Makan hasil kukusannya.

Catatan :

    Tanaman sejenis banyak terdapat di Indonesia, seperti Homalomena cordata Schott, H, aromatica Schott, dan H. alba Hassk.

Rabu, 03 April 2013

Pacar Air (Impatiens balsamina) : Tanaman Obat Herbal

Pacar Air(Impatiens balsamina Linn.)

Sinonim
:
Impatiens cornuta, Linn. Impatiens hortensis, Desf. Impatiens mutila, D.C. I.triflora Blanco Balsamina mutila, DC.

  Familia :
Balsaminaceae

Deskripsi :
Berupa terna berbatang basah, bercabang, dengan daun tunggal, bentuk lanset memanjang pinggir bergerigi warna hijair muda tanpa daun penumpu. Bunga berwarna cerah, ada beberapa macam wama, seperti merah, oranye, ungu, putih, dll., ada yang “engkel” dan ada yang “dobel”. Buahnya buah kendaga, bila masak akan membuka menjadi 5 bagian yang terpilin. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dengan tinggi 30 80 cm.

Nama Lokal :

Sumatera: Lahine, paruinai, Jawa: pacar cai, pacar banyu; Kimhong (Jakarta), Nusatenggara: pacar foya, pacar aik; Sulawesi: Tilang-gele duluku, kolendingi unggaagu; Bunga jabelu, giabebe, gofu, laka gofu, bunga taho, ; inai anyer. (Maluku); Feng xian hum (China).;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN FARMAKOLOGIS: Terasa pahit, hangat, sedikti toxic (beracun). Berkhasiat melancarkan peredaran darah, melunakkan masa/benjolan yang keras. KANDUNGAN KIMIA: Bunga :Anthocyanins, cyanidin, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Akar :Cyanidin mono-glycoside.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Peluruh haid, Kanker pencernaan, Bengkak, Reumatik, Bisul; Gigitan ular, Ranadang kulit, Keputihan, Tulang patah/retak; Rasa nyeri, Anti-inflamasi, tertusuk benda asing di kerongkongan;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Pacar Air :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Akar, daun, bunga dan biji.

KEGUNAAN:

Biji: Peluruh haid (Emenagog), mempermudah persalinan (Parturifasien), kanker saluran pencernaan bagian atas. Pemakaian 3 – 10 gr, untuk kanker: 15 – 60 gr, direbus.

Bunga: Peluruh haid, mengakiri kehamilan (abortivum) dipakai bunga warna putih, pembengkakan akibat terpukul (haematom), rheumatik sendi, bisul (furunculolsis), gigitan ular, radang kulit (dermatitis). Pemakaian: 3 – 6 gr, direbus.

Daun: Keputihan (Leucorrhoea), tulang patah/retak (Fracture), mengurangi rasa nyeri (analgetik). Akar: Peluruh haid, anti-inflamasi (antiflogistik = anti radang), rheumatik, tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan.

PEMAKAIAN LUAR:

Bunga: – Pembengkakan, bisul, rheumatik, radang kulit: Lumatkan bunga segar, ternpelkan di tempat yang sakit. Daun: – Frakture, anti-inflamasi: Lumatkhan daun segar, ditempelkan di tempat yang sakit, atau daun direbus, untuk mencuci luka dan daunnya ditempelkan ke tempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:

1. Keputihan (Leucorrhoea): 30 – 60 gr daun segar, rebus.

2. Peluruh haid: a. 4 – 5 bonggol akar, direbus, 3 – 4 kah minum b. (Haematoma dan peluruh haid): Impatiens balsamina 6 gr Leonurus sibiricus 30 gr Curcuma zedoaria 6 gr Scirpus yagara 6 gr Semua bahan direbus.

3. Tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan:

Akar dikunyah, telan dengan air hangat.

KONTRAINDIKASI:

    Wanita hamil

EFEK SAMPING:

    Pada pemakaian lama, dapat timbul mulut terasa kering (Xerostomia), mual (Nausea), nafsu makan menurun (anorexia) yang menghilang setelah menurunkan dosis atau penghentian pengobatan selama 2 – 3 hari.

Tanaman Obat Herbal Saga (Abrus precatorius)

Saga
(Abrus precatorius, Linn.)

Sinonim :

Abrus frutex, Rumph.

Familia :
Papilonaceae

Deskripsi :

Saga (ABRUS PRECATORIS) termasuk jenis tumbuhan perdu dengan pokok batang berukuran kecil dan merambat pada inang membelit-beli ke arah kiri. Daunnya majemuk, berbentuk bulat telur serta berukuran kecil-kecil. Daun Saga menyerupai daun tamarindus indica dengan bersirip ganjil dan memiliki rasa agak manis (biasa disebut Saga Manis). Saga mempunyai buah polong berisi biji-biji yang berwarna merah dengan titik hitam mengkilat dan licin. Biji Saga mengandung zat racun yang disebut abrin, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk pembibitan. Sedang bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam dukungan tandan bunga. Tumbuhan ini banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan. Saga dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal :

Saga (Indonesia), Saga telik / manis (Jawa), Thaga (Aceh); Saga areuy, saga leutik (Sunda), Walipopo (Gorontalo); Piling-piling (Bali), Seugeu (Gayo), Ailalu pacar (Ambon); Saga buncik, Saga ketek (Minangkabau), Kaca (Bugis);

Komposisi :

Daun maupun akar tumbuhan abrus pracatorius antara lain mengandung protein, vitamin A,B1, B6, C, Kalsium Oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
  •     Amandel, Radang mata, Sariawan;

Pemanfaatan serta Kegunaan dari tanaman Saga:

1. Amandel :

    Bahan: akar Saga secukupnya, 1 potong kayu manis dan gula batu     secukupnya.
Cara Membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal separonya.
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari 1 gelas dan pagi, sore.

2. Radang Mata :

    Bahan: 1 genggam daun Saga
Cara Membuat: daun Saga digiling halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air untuk diambil uapnya.
Cara menggunakan : uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata.

3. Sariawan :

    Bahan: daun Saga secukupnya;
Cara Membuat: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu.
Cara menggunakan: dikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur.

Tanaman Obat Herbal Tahi Kotok (Tagetes erecta L)

Tahi Kotok(Tagetes erecta L.)

Sinonim :


  Familia :
Compositae (Asteraceac)

Deskripsi :

Herba tahunan, tegak, tinggi 60 – 70 cm. Ditanam pada halaman rumah dan taman-taman sebagai tanaman hias, Lebih menyukai tempat tempat yang terkena sinar matahari, dan lembab. Bunga berbentuk bonggol (flower head), yang dikelilingi daun pelindung. Warna bunga kuning atau orange.

Nama Lokal :
Ades, Afrikaantjes; Wan shou ju (China).;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, bau khas, sejuk. Anti radang, mengencerkan dahak, obat batuk. KANDUNGAN KIMIA: Bunga mengandung Tagetiin 0,1 %, terthienyl, helenian 0,74 %, flavoxanthin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).; Batuk, Bronkhitis, Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi,; Kejang pada anak-anak;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Tahi Kotok:
BAGIAN YANG DIPAKAI: Bunga, kering.

KEGUNAAN:

1. Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).
2. Batuk seratus hari (Pertussis), radang saluran nafas (Bronchitis).
3. Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi, kejang panas pada
anak-anak.

PEMAKAIAN: 5 – 15 gr bunga kering, direbus.

PEMAKAIAN LUAR: Bunga direbus untuk cuci, atau:

1. Gondongan (Parotitis), pembengkakan payudara (mastitis):

    Lumatkan bunga, campur . dengan cuka, sebagai tapal pada tempat yang sakit.

2. Radang kulit bernanah (Pyodermi):

    Lumatkan akar dan daun segar, sebagai tapal di tempat kelainan.

CARA PEMAKAIAN:

1. Batuk seratus hari (Pertusis): 

    15 bunga Tagetes erecta + gula enau, direbus.

2. Sakit gigi, sakit mata: 15 gr bunga tagetes erecta, rebus.

Tanaman Obat Herbal Bangle (Zingiber purpureum)

Bangle(Zingiber purpureum Roxb.)

Sinonim :

Zingiber cassumunar, Roxb.

Familia :
Zingiberaceae

Deskripsi :

Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

Nama Lokal :

Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang: minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit; Sakit kuning, Cacingan, Reumatik, Ramuan jamu, kegemukan; Mengecilkan perut setelah melahirkan;

Pemanfaatan serta Kegunaan tanaman Bangle :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

KEGUNAAN:

Rimpang:
  •     Demam, sakit kepala.
  •     Batuk berdahak.
  •     Perut nyeri, masuk angin.
  •     Sembelit.
  •     Sakit kuning.
  •     Cacingan.
  •     Rheumatism.
  •     Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
  •     Mengecilkan perut setelah melahirkan.
  •     Kegemukan.

Daun:
  •     Tidak napsu makan.
  •     Perut terasa penuh.

PEMAKAIAN:
    Untuk minum: 1/2-3.jari rimpang, direbus.
    Pemakaian luar : Rimpang secukupnya dicuci bersih Ialu diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala, pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan, dan sebagainya.

CARA PEMAKAIAN:

1. Demam, masuk angin :

    15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan 2 sendok makan madu.  Diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

2. Perut mules :

    Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan  lempuyang wangi, masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis.  Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas.  Setelah dingin disaring, lalu diminum.

3. Sakit kepala karena demam:

    Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut.  Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur.  Dipakai sebagai pilis pada dahi.

4. Sakit kuning:
    1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air   masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring,    minum.  Lakukan 2 kali sehari.

5. Nyeri sendi (rheumatism):

    Rimpang segar secukupnya dicuci Ialu diparut, tambahkan arak    sampai menjadi adonan seperti bubur encer.  Borehkan kebagian sendi yang sakit.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan:

    Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada perut.

7. Cacingan:

    3 jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar    tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk  halus.  Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu diperas dan disaring.  Minum.

8. Radang seiaput lendir mata:

    Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya.  Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, minum.

9. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh:

    Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.  Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.  Pagi dan sore hari.
    1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang wangi, 1/4  genggam daun kemuning, 1/4 genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa 1/2-nya. Setelah dingin di saring, minum. Sehari 3 x 3/4  gelas.
    Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari     tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas.  Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Tanaman Obat Herbal Dadap Serep (Erythirna subumbrans)

Dadap Serep(Erythirna subumbrans(Hask.) Merr)

    Sinonim :

Erythrina lithosperma Miq. non Bl.

    Familia :
Papilionaceae (Leguminosae).

Deskripsi  :

Tumbuhan berupa pohon. Batang ada yang berduri dan ada yang halus. Daun tiga bersatu dan berbentuk belah ketupat. Bagian yang Digunakan Daun dan kulit kayu.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Erythrinae Folium; Daun Dadap Serep.

Komposisi :

Alkaloid, eritradina, eritrina, eritramina, hipaforina, dan erisovina.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pahit, mendinginkan, dan membersihkan darah. KHASIAT Daun: Antipiretik dan anti inflamasi. Kulit Kayu: Ekspektoran. PENELITIAN Roswina Silalahi, 1988. Jurusan Farmasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian efek antipiretik hasil penyarian dan infus daun Dadap Serep terhadap burung merpati. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata infus daun Dadap Serep berkhasiat sebagai antipiretik, sedangkan hasil penyarian dengan kloroform tidak memberikan efek antipiretik. Sebagai kontrol digunakan suspensi parasetamol 300 mg/kg bb. Roy Mustakin, 1992. Jurusan Farmasi, FMIPA UNAND. Pembimbing: Drs. Rusdi, M.S. dan Dra. Armenia, M.S. Telah melakukan penapisan aktivitas farmakodinamik ekstrak etanol daun beberapa species Erythrina (E. orierrtalis, E. irtdica, dan E. litliospernla). Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak etanol ketiga daun tersebut memiliki aktivitas penekanan sistem saraf pusat, relaksasi otot simpatolitik dan para simpatomimetik. Aktivitas analgesik hanya terdapat pada E. indica dan F. litlnosperrrla. Intensitas efek meningkat dengan meningkatnya dosis yang diberikan. Christine Gunawan, 1993. Fakultas Farmasi, WIDMAN. Pembimbing: Drs. Soemartojo. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Dadap Serep terhadap produksi air susu pada mencit yang menyusui. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ada perbedaan yang bermakna produksi air susu pada pemberian infus Dadap Serep 40%.

Pemanfaatan Kegunaan tanaman dadap serep :

KEGUNAAN
Daun:


    Demam.
    Pelancar ASI.
    Sariawan perut.
    Mencegah keguguran (obat luar).
    Nifas (obat luar).
    Perdarahan bagian dalam (obat luar).
    Sakit perut (obat luar).

Kulit kayu:
  •     Batuk.
  •     Sariawan perut.

RAMUAN DAN TAKARAN

1. Sariawan Perut :

Ramuan:
  •     Kulit kayu Dadap Serep 3 gram
  •     Sidowayah 3 gram
  •     Daun Prasman segar  4 gram
  •     Akar Manis Cina  4 gram
  •     Air  110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.
Cara pemakaian: Diminum sehari 1 kali 100 ml.
Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.

2. Perdarahan/Peradangan Bagian Dalam :

Ramuan:
  •     Daun Dadap Serep segar   secukupnya
  •     Air       secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian: Dibalurkan pada bagian yang diperkirakan terjadi perdarahan bagian dalam.
Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam sekali.

3. Sakit Perut :

Perut merasa mulas, tinja mengandung darah dan lendir. Selain diberi obat minum yang cocok, perut diberi tapel dengan ramuan sebagai berikut:
  •     Daun Dadap Serep segar   secukupnya
  •     Daun Sosor Bebek    secukupnya
  •     Air      secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian: Dibalurkan pada perut.
Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam sekali.

4. Demam :

Selain diberi obat penurun panas yang diminum, untuk mempercepat penurunan suhu badan dapat dikompres dengan daun Dadap Serep yang dipipis halus.

5. Mencegah Keguguran :

Bagi ibu yang sering menderita keguguran, untuk mencegah hal tersebut, di samping istirahat tiap hari perut dikompres dengan daun Dadap Serep yang dipipis halus. Bobokkan agak tebal dan pakailah gurita.

6. Nifas :

Ibu sehabis bersalin sering mengalami nifas. Untuk menjaga kesehatan ibu, dapat digunakan bobokan daun Dadap Serep dan memakai gurita.

Tanaman Obat Herbal Gambir (Uncaria)

Gambir(Uncaria gambir (Hunter.) Roxb.)

Sinonim :

Ourouparia gambir Roxb. Nauclea gambir

  Familia :

Rubiaceae.

Deskripsi :

Tanaman perdu, tinggi 1-3 cm. Batang tegak, bulat, percabangan simpodial, warna cokelat pucat. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lonjong, tepi bergerigi, pangkal bulat, ujung meruncing, panjang 8-13 cm, lebar 4-7 cm, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk lonceng, di ketiak daun, panjang lebih kurang 5 cm, mahkota 5 I ielai berbentuk lonjong, warna ungu, buah berbentuk bulat telur, panjang lebih kurang 1,5 cm, warna hitam. Bagian yang Digunakan Sari daun yang dikeringkan (gambir).

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Terra Japonica, Gele Catechu; Gambir.

Komposisi :

Kandungan Kimia Katekin, kuersetin, zat samak katekin, merah katekin, lendir, lemak, dan malam.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pahit dan kelat. KHASIAT Astringen dan hemostatik. PENELITIAN Zulfadli, 1989. Farmasi, FMIPA UNAND. Telah dilakukan uji mikrobiologi ekstrak daun dan ranting Gambir terhadap beberapa bakteri penyebab diare secara in vitro. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak daun dan ranting Gambir dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.

Pemanfaatan & Kegunaan tanaman Gambir :
KEGUNAAN
  •     Disentri.
  •     Mencret.
  •     Luka bakar (obat luar).
  •     Luka (obat luar).
  •     Sariawan mulut (obat kumur).
  •     Suara parau (obat kumur).

RAMUAN DAN TAKARAN
1. Diare:

Ramuan:
  •     Gambir        sepotong
  •     Induk Kunyit     sepotong
  •     Herba Patikan Cina segar   segenggam
  •     Air   110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.
Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari. Bila belum sembuh segera dibawa ke dokter terdekat.

2. Suara Parau dan Sariawan Mulut :

Ramuan:
  •     Gambir    sepotong
  •     Daun Sirih segar   3 helai
  •     Air   110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau seduhan.
Cara pemakaian: Untuk berkumur 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali 100 ml.
Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

Catatan :

Ada beberapa bentuk Gambir antara lain:
  •     Gambir Bulat.
  •     Gambir Papan.
  •     Gambir Paku.

Gambir merupakan bahan penting untuk makan sirih (nginang). Kebiasaan makan sirih menyehatkan gusi, gigi, dan tenggorokan.

Tanaman Obat Herbal Inggu (Ruta angustifolia)

Inggu(Ruta angustifolia [L.] Pers.)

Sinonim :

= R. chalepensis L. var. angustifolia. = R. graveolens.

Familia :
Rutaceae

Deskripsi :

lnggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, tumbuhan yang dapat menimbulkan iritasi lokal ini sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping. Percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tidak sedap. Daun majemuk menyirip ganda, letaknya berseling, dengan anak daun lanset atau bulat telur sungsang, pangkal menyempit, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan tidak jelas, panjang 8 – 20 mm, lebar 2 – 6 mm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk dalam malai rata, keluar di ujung ranting, dengan mahkota berbentuk rnangkok warna kuning terang. Buah kecil, lonjong, terbagi menjadi 4 – 5 kotak, warnanya cokelat. Biji kecil berbentuk ginjal, warnanya hitam. Di Eropa dikenal sebagai turnbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya digunakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Perbanyakan dengan setek batang.

Nama Lokal :

Inggu (Sunda), godong minggu (Jawa). aruda (Sumatera).; Anruda busu (Makasar).; Raute (Jerman), ruta (Italia), wijnruit (Belanda),; Common rue herb, rue, herb of grace (Inggris).;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. . KANDUNGAN KIMIA : Minyak asiri mengandung metil-nonilketone sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine, bergapten, graveoline, graveolinine, asam modic, rutin, rhamno glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, sedikit tanin. Minyak asiri digunakan juga pada industri kosmetika, seperti pembuatan sabun, krim, dan wangi-wangian. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian 1. Sejurnlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus). 2. Dari penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, temyata pada ovarium mencit berumur 21, 35, dan 49 hari terjadi penurunan jumiah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedangjumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas B iologi UGM, 1993). 3. Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4 – 5 hari dengan dosis 0,08 mglg bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas (Flora Rumiati, Fakultas Biologi UGM, 1993).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; Kejang pada anak, kecikutan (singultus, hiccup), kolik, cacingan,; Histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul,; Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea),; Radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, ; Gigitan ular berbisa dan serangga, Keracunan obat atau racun,; Pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa),; Radang vena (flebitis).;

Pemanfaatan & Kegunaan tanaman Inggu :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :


    Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.

INDIKASI :

Herba ini dapat mengatasi:

  •     Demam, influenza,
  •     Batuk, radang paru,
  •     Kejang pada anak, ayan (epilepsi),
  •     Kecikutan (singultus, hiccup), kolik,
  •     Histeri (hysteria),
  •     Menghilangkan nyeri, seperti nyeri ulu hati, dada, dan hernia,
  •     Hepatitis,
  •     Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea),
  •     Ekzema pada anak, bisul, radang kulit bernanah,
  •     Memar akibat terbentur benda keras,
  •     Gigitan ularberbisa dan serangga,
  •     Keracunan obat atau racun lain yang mematikan,
  •     Radang vena (flebitis), pelebaran pembuluh darah balik (vena
  •     Varikosa), dan
  •     Cacingan.

CARA PEMAKAIAN :

    Herba sebanyak 10 – 15 g direbus, lalu minum.
    Untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau ditemas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit seperti pengobatan pada sakit kepala, kejang pada anak, ketombe, gudig, sakit telinga, sakit gigi, bisul, memar, dan rematik. Oleh karena herba ini rasanya pedas maka pemakaian lokal yang terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah, membengkak, dan kadang timbul lepuh (buila). Minyak asirinya juga dapat digunakan sebagai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Demam :

    Sebanyak 1/2 genggam herba inggu segar dicuci bersih lalu direbus  dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin Lalu disaring, dapat ditambah madu sebelum diminum.   Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

2. Kejang pada anak :


    Sebanyak 15 – 20 g daun inggu segar dicuci bersih Lalu potong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore hari.
    Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai halus. Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompres ubun-ubun anak yang sedang kejang.

3. Nyeri ulu hati :

    Sebanyak 1 5 g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum sekaligus.

4. Merangsang haid :

    Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih  sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk dirninum. Setiap kali minum cukup 1/2 gelas.

5. Kecikukan :

    Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, Lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya menjadi 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.  Setiap kali minum dapat ditambah madu secukupnya.

6. Sakit telinga :

    Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Tumbuk sampai halus, kemudian peras dengan sepotong kain. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit.

7. Sakit kepala :

    Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyak, tempelkan pada kedua pelipis.

8. Sakit gigi :

    Tiga lembar daun inggu segar dicuci bersih Lalu dibilas dengan air matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak. Masukkan ke dalam lubang gigi lalu ditutup dengan kapas.

9. Ketombe, gudig :

    Segenggarn daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras dicuci bersih Lalu digiling halus sampai seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig.

10. Bisul :

     Segenggam daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk indigo. Gunakan untuk memoles bisul.

11. Hepatitis ;


     Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, Lalu tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai airya tersisa separo.

Tanaman Obat Herbal Kaki Kuda (Centella asiatica)

Kaki Kuda(Centella asiatica, (Linn), Urban.)

Sinonim
:
Hydrocotyle asiatica, Linn. Pasequinus, Rumph.

    Familia :
Umbelliferae

Uraian  :

Terna liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan terna menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi atau beringgit, dengan penampang 1 cm – 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 – 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm – 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 – 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 1 m – 2.500 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 1.500 mm – 2.500 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 9 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 3 bulan – 4 bulan · Suhu udara : 20′ C – 25′ C · Kelembapan : tinggi · Penyinaran : sedang b. Tanah · Tekstur : pasir sampai liat · Drainase : sedang – baik · Kedalaman air tanah : 25 cm – 50 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : 5 cm – 25 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 5 – 7 · Kesuburan : sedang 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Tanaman kaki kuda umumnya dikenal sebagai tumbuhan liar. Meskipun demikian tanaman ini dapat diperbanyak melalui stek batang. · Buat lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm · Stek bibit ditanam pada lubang tersebut dengan dengan jarak tanam 1 m x 1 m. · Batangnya tumbuh merayap,menghasilkan cabang-cabang yang membentuk rumpun yang menutupi tanah. · Di daerah Jawa Barat, tanaman kaki kuda kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan teh.

Nama Lokal :

Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Daun kaki kuda (Indonesia), Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera);

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa manis, sejuk. Anti infeksi, antitoxic, penurun panas, peluruh air seni. KANDUNGAN KIMIA : Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai kasiat anti lepra (Morbus Hansen), Daun kaki kuda mengandung senyawa glikosida trigergepnoida, alkaloid hidrokotilin, steroid, tanin, minyak atsiri, gula pereduksi dan garam-garam mineral seperti garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Typus, Busung, Sakit kepala, Influenza, Keracunan Jengkol, Ayan;

Pemanfaatan & Kegunaan tanaman kaki kuda :

1. Tyfus :

    Bahan: 1 genggam daun kaki kuda, ½ genggam daun jintan dan 5 batang tapakliman.
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan dikukus untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: hasilnya ditambah dengan 1 sendok makan  madu dan diminum.

2. Busung :

    Bahan: tumbuhan kaki kuda lengkap (akar, batang dan daunnya), 3 batang alang-alang, 1 potong kulit kamboja.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal  ½ gelas.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 cangkir.

3. Sakit Kepala :


    Bahan: 1 genggam daun kaki kuda dan seujung sendok makan  jintan.
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal  ½ gelas.
Cara menggunakan: disaring dan ditambah dengan 1 sendok makan  madu, kemudian diminum.

4. Influenza :

    Bahan: 1 genggam daun kaki kuda.
Cara membuat: ditumbuk halus (dipipis) untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: ditambah sedikit garam dan diminum.

5. Keracunan jengkol :

    Bahan: 10-15 daun kaki kuda.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 ½ gelas.
Cara menggunakan: disaring dan diminum.

6. Ayan :

    Bahan: daun kaki kuda secukupnya yang sudah kering daun gula aren secukupnya.
Cara membuat: daun kaki kuda ditumbuk halus kemudian diambil 1  sendok dan dicampur dengan gula aren secukupnya. Kedua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas (masak).
Cara menggunakan: disaring dan diminum; diulangi secara teratur.